Ia bersama Es Krimnya
Duuuh... Siang-siang panas begini memang paling enak makan es krim buah.
Syegeeer... Heiiits, tapi kan puasa.
Hayo yang puasa hayo,
lah ini anak kok malah bikin ngences orang ya.
Anyweyy, saya selalu mengajarkan anak untuk berpuasa
begitu pun si kecil ini.
Niatnya ingin membiasakan agar tidak kaget nanti.
Seperti biasa, ia bangun dengan sendirinya untuk sahur.
Entah ya, antara remindernya sudah tersimpan
atau karena bunyi ketrang-ketrong emaknya di dapur.
Setelah makanan tersaji, kami pun berdoa lalu bersantap...
Pagi harinya, "Mah, mau makan".
Haha, padahal baru saja makan sahur.
Kemudian saya katakan bahwa ia sedang berpuasa
dan akhirnya #tetapmakan
Oke baik, maklum masih anak-anak
asal pembiasaan harus tetap dilaksanakan.
Beranjak siang hari, celingak-celinguk ke dalam kulkas dan menemukan es krim
"Mah, mau ya mau sedikit aja. Nanti abis makan es, aku puasa lagi".
Arti kejujuran sudah tampak dengan sendirinya.
Materi "mengatakan yang diinginkan" telah dipahami,
ia mengungkapkan keinginannya, berkata, meminta izin, bertindak,
dan terakhir menutup kembali dengan pertanggungjawabannya.
Hingga suatu saat pembiasaan ini menjadi rutinitas yang otomatis.
#3juni2017
Syegeeer... Heiiits, tapi kan puasa.
Hayo yang puasa hayo,
lah ini anak kok malah bikin ngences orang ya.
Anyweyy, saya selalu mengajarkan anak untuk berpuasa
begitu pun si kecil ini.
Niatnya ingin membiasakan agar tidak kaget nanti.
Seperti biasa, ia bangun dengan sendirinya untuk sahur.
Entah ya, antara remindernya sudah tersimpan
atau karena bunyi ketrang-ketrong emaknya di dapur.
Setelah makanan tersaji, kami pun berdoa lalu bersantap...
Pagi harinya, "Mah, mau makan".
Haha, padahal baru saja makan sahur.
Kemudian saya katakan bahwa ia sedang berpuasa
dan akhirnya #tetapmakan
Oke baik, maklum masih anak-anak
asal pembiasaan harus tetap dilaksanakan.
Beranjak siang hari, celingak-celinguk ke dalam kulkas dan menemukan es krim
"Mah, mau ya mau sedikit aja. Nanti abis makan es, aku puasa lagi".
Arti kejujuran sudah tampak dengan sendirinya.
Materi "mengatakan yang diinginkan" telah dipahami,
ia mengungkapkan keinginannya, berkata, meminta izin, bertindak,
dan terakhir menutup kembali dengan pertanggungjawabannya.
Hingga suatu saat pembiasaan ini menjadi rutinitas yang otomatis.
#3juni2017
Komentar
Posting Komentar