Kenangan 7 Tahun Lalu
10 Mei 2017 #7 tahun lalu
Tragedi Perlintasan KAI
Suasana padat merayap karena kereta sering melintas. Tak lama aku sampai di barisan depan. Sebenarnya palang pintu kereta sudah tertutup dan sirine tanda kereta lewat pun berbunyi. Namun, masih ada celah dari palang pintu yang masih bisa dilewati mobil. Dengan kecepatan sedang, supir angkot melintasi rel. Terdengar imbauan dari penumpang, tetapi tidak diharaukan. Jarak antara perlintasan kereta dengan jalan lumayan lebar, terdapat 2 jalur kereta. Panik menyelimuti suasana dalam mobil ketika penumpang berteriak.
Suara sirine semakin kencang. Bunyi peluit dari penjaga palang pintu tak digubris. Supir masih saja injak gas, tetapi meredup tersisa bunyi berderit mesin angkot. Aku panik tak berdaya, yang kuingat posisiku paling dekat pintu, maka aku segera keluar diikuti penumpang yang lain. Kakiku gemetar, berjalan tertatih menuju tempat yang aman. Kulihat beberapa orang membantu mendorong mobil. Petugas palang terlihat sibuk dengan handy talky, mungkin memberitahu masinis agar melaju perlahan. Perlintasan kereta menjadi tegang, sang supir terlihat pucat pasi tanpa keluar dari tempat. Apa yang ada dibenaknya? Aku tak mengerti, untuk apa dipertahankan mobil itu? Tidak berharga kah nyawamu, Pak?
Terlihat kereta yang melintas sudah semakin dekat. Namun, lajunya sangat lambat mungkin menunggu evakuasi angkot agar tidak menghalangi rel. Beberapa lelaki bersusah payah mendorong dan alhamdulillah berhasil melewati rel. Ketika sudah merasa aman, kereta pun melintas. Petugas yang berada disana bergegas mengendalikan suasana antrean kendaraan agar tidak terjadi kemacetan parah.
Tidak habis pikir, mengapa bisa kejadian ini aku alami. Kalau bukan inisiatif, apa jadinya aku di dalam. Amit...amit... Astaghfirullah.... Supir itu, oh supir, mengapa kau bersikeras mempertahankan angkutanmu? Apakah hanya itu mata pencaharianmu? Kurasa konyol. Banyak penumpang yang kau gadaikan nyawanya demi angkot mogokmu itu. Mengapa kau tak sarankan kami keluar? Mengapa kau biarkan kami? Apakah kau ingin maut menjemput bersama-sama agar kau tak sendirian? Percayalah, ini pelajaran Indah untukmu. Semoga Allah melindungimu. Amin...
#odop2 #day1 #7tahunlalu #Facebook
Komentar
Posting Komentar