Klarifikasi vs Firasat



Hmmm.... Captionnya apa ya? Rasanya mengalir dengan begitu aja. Bertemu, duduk, bicara, dan akhiri. Hei, silaturahim itu perlu kumpul guys... Dimulai dengan komunikasi yang produktif.

Alhamdulillah, bersyukur masih bisa jadi orang baik di atas orang yang manis karena banyak "ternyata" dan "ternyata". Makasih untuk semuanya, makasih atas kerelaan dan keridoan yang susah payah ini, selalu apa adanya dan saling menjaga, semoga dibuka pintu rejeki, kesehatan, dan dijauhkan dari fitnah duniawi. Ya intinya... mari simpulkan masing-masing.

Keluar dari caption di atas.

Firasat? Akhir-akhir ini selalu memandang jam tangan, masih bagus, layak pakai, dan ikatannya kencang. Ketika aktifitas pun masih memandang jam tsb. Namun, ketika pulang naik ojek online tiba-tiba jam terlepas dan terjatuh tanpa sebab. Rasanya ingin diambil tapi apa daya, jam tersebut sudah dilindas oleh mobil yang berada di belakang. Innalillahi, ojek yang ditumpangi ini belum sempat menepi. Sambil melihat ke belakang untuk ke sekian kali, hati rasanya hancur persis seperti jam itu. Ah, firasat... andai bisa ku baca. Sekarang yang tinggal hanyalah kata Maaf.

Maaf, belum bisa jaga pemberian yang tidak seberapa ini.

Benda yang selalu menemani hari-hari, yang mampu mengingatkan, yang setia melingkar, terima kasih... Mungkin ini sudah saatnya tidak bersama. Bahkan serpihan hasil terlindas pun belum sempat ku gapai.

#mingguterakhir #ramadhan #19juni2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kumpulan Soal Mengenai Pemakaian Huruf dan Penulisan Kata

Indahnya Berbagi Kebaikan bersama Bento Ramadan HokBen

Me Time