Komitmen dan Konsisten

Dua kata itulah yang akan menjadi kunci keberhasilan dalam membuat checklist profesionalisme ini. Buatlah komitmen setahap demi setahap, sesuai dengan kemampuan, kemudian belajar istiqomah, konsisten menjalankannya.

Konsistensi terhadap sebuah komitmen yang indikatornya disusun sendiri, akan menjadi pondasi dalam menyusun “DEEP HABIT” yaitu kebiasaan-kebiasaan yang dibangun secara terus menerus untuk mendukung aktivitas yang membutuhkan fokus, ketajaman berpikir dan benar-benar krusial untuk hidup. 

Selama ini disadari atau tidak banyak diantara kita memaknai aktivitas sehari-hari mendidik anak dan mengelola keluarga sebagai aktivitas “Shallow Work”, yaitu aktivitas yang dangkal, tidak fokus, penuh distraksi (gangguan-gangguan) sehingga tidak memunculkan perubahan besar dalam hidup, bahkan banyak yang cenderung bosan dengan kesehariannya.

Selama ini status-status dangkal yang terus mengalir di sosial media seperti Facebook (FB) ditambah puluhan notifikasi whatsapp (WA) sering membuat kita terjebak dalam “shallow activities”, kelihatan sibuk menghabiskan waktu, tetapi sebenarnya tidak memberikan hasil nyata bagi perubahan hidup.

Harapan kami dengan adanya Checklist Profesionalisme Perempuan ini akan lebih fokus dalam proses “peningkatan kualitas diri” sebagai perempuan, istri dan ibu, meski menggunakan media WA dan FB sebagai kendaraan belajar, sehingga bisa mengubah aktivitas yang dulunya masuk kategori “SHALLOW WORK” menjadi “DEEP WORK” (aktivitas yang memerlukan fokus, ketajaman berpikir sehingga membawa perubahan besar dalam hidup).

Untuk itu mari lihat kembali Checklist:
1. Apakah kalimat-kalimat di checklist itu sudah spesifik? Misal kalimat "akan mengurangi aktivitas gadget selama di rumah" akan lebih baik anda ganti dengan, setiap hari akan menentukan Gadget hours selama 2 jam.
2. Apakah kalimat-kalimat di checklist  sudah terukur? Misal "Menyelenggarakan aktivitas ngobrol di keluarga", akan lebih baik kalau diganti dengan " Sehari minimal menyelenggarakan 1 x family forum (ngobrol) di rumah bersama keluarga"
3. Apakah checklist yang kita tulis mudah dikerjakan dengan tambahan sedikit usaha? Misal sehari akan membaca 2 buah buku tentang pendidikan? Ukur diri apakah mungkin? karena selama ini sehari-harinya hanya bisa membaca paling banyak 10 halaman. Maka akan lebih baik kalau anda ganti. Membaca 15 lembar buku parenting setiap harinya. Sesuatu yang terlalu susah diraih itu akan membuat kita stress dan akhirnya tidak mengerjakan apa-apa, tetapi sesuatu yang sangat mudah diraih itu akan membuat kita menyepelekan. Kembali ke istilah Jawa ini namanya "gayuk... gayuk tuna" (contoh kasus, kita mau ambil mangga di pohon yang posisinya tidak terlalu tinggi, tetapi cukup berusaha dengan satu lompatan, mangga itu akan bisa teraih. Tidak juga terlalu pendek, sambil jalan aja kita bisa memetik mangga tersebut. Biasanya jadi tidak menghargai proses)
4. Apakah tantangan yang kita tulis di checklist ini merupakan tantangan-tantangan yang kita hadapi sehari-hari? Misal Anda adalah orang yang susah disiplin selama ini. Maka sangat pas kalau di checklist Anda tulis, akan berusaha tepat waktu di setiap mendatangi acara IIP baik offline maupun online. Jadi jelas memang akan menyelesaikan tantangan yang ada selama ini.
5. Berikan batas waktu pada proses latihan ini di checklist. Misal akan membaca satu buku satu minggu selama bulan Pebruari. Akan belajar tepat waktu selama 1 bulan pertama mulai Pebruari 2017. Kelima hal tersebut di atas akan memudahkan kita pada proses evaluasi nantinya. 

Silakan lihat  kembali checklist masing-masing. Kita akan mulai melihat seberapa bekerjanya checklist itu untuk perkembangan diri. Silakan di print out, dan ditempel di tempat yang dapat dilihat setiap hari. Ijinkan suami dan anak-anak memberikan penilaian sesuai dengan yang ditentukan. Andai kata tidak ada yang mau menilai, maka diri andalah yang paling berhak menilai perkembangan. 


Berusaha JUJUR kepada diri sendiri. 

Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi IIP/

🗓🗓Sumber Bacaan :
Deep Work, Cal Newport, E book, akses 30 Oktober 2016.
Materi “MENJADI IBU PROFESIONAL”
program Matrikulasi IIP, batch #3, 2017
Hasil Nice Home Work #3,
peserta program Matrikulasi IIP batch #3, 2017
#reviewNHW2

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kumpulan Soal Mengenai Pemakaian Huruf dan Penulisan Kata

Indahnya Berbagi Kebaikan bersama Bento Ramadan HokBen

Me Time