Lebih Dekat dengan Ibu Septi Peni W.
RESUME 30 MENIT LEBIH DEKAT
WITH IBU SEPTI PENI WULANDANI
Wilayah : BOGOR #1
Waktu : Kamis, 2 Maret 2017
Pukul : 20.00-20.30
Guru Tamu : Ibu Septi Peni Wulandani
Peresume : Hanni
Moderator : Watie
👩🏻 SEPTI PENI WULANDANI
Ibu dari 3 orang anak. Baru menekuni passionnya di dunia anak dan keluarga saat membangun rumah tangga bersama sang suami.
🏆 Peraih DANAMON AWARD sebagai individu pemberdaya masyarakat tahun 2006 ini selalu menggerakkan masyarakat lewat pendidikan ibu dan anak.
🏆 Keinginan kuatnya untuk menjadi "agen perubahan" mendorongnya untuk mendapatkan prestasi sebagai TOKOH PILIHAN MAJALAH TEMPO tahun 2007.
🏆 Akhir-akhir ini sedang menekuni dunia digital untuk pendidikan para ibu, dan komitmennya ini mendapatkan penghargaan dari Kemenkominfo 2013 sebagai Kartini Next Generation bidang pendidikan.
Facebook : https://www.facebook.com/septipw
Sesi Tanya Jawab
1. Annisa Noor Baeti
Q : Bu Septi. saya Annisa. Saya mau tanya gimana caranya ibu menumbuhkan anak anak ibu menjadi anak2 yg luar biasa itu? Saya ingin sperti ibu.
A : Mbak Annisa, setiap anak lahir hebat, kita lah orangtuanya yang harus selalu mantaskan diri agar layak menjadi mendapatkan amanah anak-anak hebat ✅
2. Qisthi
Q : Bu Septi, ibu butuh waktu brp lama untuk sampai ke tahapan bunda produktif? Apa tolok ukurnya bahwa ilmu bunda cekatan dn bunda sayang sudah selesai?
A : Mbak Qisthi kalau saya dulu berjuang sendirian belum ada komunitas, jadi perlu waktu 8 tahun untuk sampai produktif. Indikatornya adalah, manajemen waktu sdh tidak kalang kabut, sistem mendidik anaknya sudah berjalan dengan baik, walau masih berproses ke arah yg lebih baik terus.✅
3. Ika Agustina
Q : Saya Ika Agustina, saya mau tanya? Apakah bu Septi pernah marah pada anak? Bagaimana bu Septi mengelola emosi saat muncul rasa itu? Makasih.
A : Mbak Ika, marah? Pasti pernah, hanya saya berusaha marah di mulut saja, hati tidak ikut-ikutan, sehingga nalar kita tetap terjaga dg baik.✅
4. Ika
Q : Sebenernya terharu bisa disini ada bu @Septi Peni Wulandani . banyak yg ingin ditanyakan plus curhat. Saya Ika dg 2 batita. Penasaran dg Bu Septi saat punya 2 Anak apa yang sedang dilakukan. Apakah berbisnis juga Bu? Kemudian bagaimana mengatasi kecemburuan sulung yg baru 2 tahun 4 bln terhadap adiknya (13 bln) yg akhir2 ini makin nampak.
A : Mbak Ika saya dulu penjual baju keliling di Depok, Enes Ara saya iket pakai selendang, krn harus naik sepeda motor bertiga. Tapi fokus saya adalah ingin menambah wawasan anak-anak ttg hal lain di luar, sambil bawa dagangan. Sehingga dagangan habis itu bonus, anak bahagia dan bisa belajar banyak itu yg utama. Untuk mengatasi kecemburuan kakak ke adik, saat adiknya lahir, saya bermain dengan kakak pertama, adik hanya minum ASI saja, dan kakak disiapkan mainan yang sama, sehingga saat saya fokus ke adik, kakak merasa ibunya sedang bermain boneka berdua dengan si kakak yang sama-sama bawa boneka dan ngenenin bonekanya ✅
5. Dyah
Q : Nama saya Dyah dr Ciomas Bogor (sbnrnya kota asal saya lumayan dekat dg kota Bu Septi Salatiga, saya asli Klaten) alhamdulillah saya akhirnya bisa ikut gabung dlm kelas matrikulasi IIP, dl saya pernah ikut kegiatan yg diadakan IIP Jakarta.. dan kebetulan pembicara dsana Ibu Septi sekeluarga... Ibu Septi kalau boleh saya bertanya adl... Belajar dr pengalaman itu penting menurut saya... Dalam semua tahapan IIP ini adakah peserta yg tdk lulus? Apa yg menyebabkan sampai mereka tdk lulus? Saya hrp pertanyaan ini bs menjadi pembelajaran kita yg kdg futur, kurang konsisten utk ttp berniat memperbaiki diri lewat IIP ini shg kita bnr2 dpt manfaatnya... gak hanya lulus semata.
A : Ada mbak Dyah, di matrikulasi ini yg diuji adalah komitmen dan konsistensi, sehingga kalau mbak Dyah berhasil mencapai target minimal pengiriman NHW, dijamin lulus. Yg nggak lulus adalah yg tidak mencapai target minimal dan internal motivationnya rendah ✅
6. Diajeng
Q : bu saya Diajeng ingin bertanya... saya skrg adalah ibu WM, rasanya ingin sekali menjadi FTM tapi rasanya tidak pede bu, krn orang2 sekitar saya banyak yg lebih setuju dengan keadaan saya sekarang terutama keluarga kecuali suami yg sudah ridho dimanapun saya berada yg penting saya bisa menikmatinya dan bahagia. satu sisi saya merasa anak saya (2 th) sangat membutuhkan saya setiap hari dia minta saya untuk tidak pergi kerja, hampir setiap saya pergi dia menangis. Saya jadi bingung bu, satu sisi saya khawatir mengecewakan orang-orang disekitar saya termasuk keluarga dan satu sisi saya sedih melihat anak saya setiap berangkat kerja. Mohon masukannya bu saya harus bagaimana?
A : Lebih berat mana orang lain di sekitar kita kecewa atau anak-anak kita kecewa? Tidak ada yang salah dengan working mom dan tidak juga harus menjadi FTM semua. Yang pasti adalah pertimbangan besarnya karena:
a. Allah Ridho
b. Rasul Ridho
a. Suami Ridho
b. Anak-anak ridho
Prioritaskan hal tersebut terlebih dahulu, jangan pikirkan orang lain. Selanjutnya lihat value keluarga kita, kl di keluarga saya iman dan kehormatan. Sehingga setiap kali mau meninggalkan keluarga saya selalu tanya pada diri saya apakah ini meningkatkan iman dan kehormatan saya shg hidup saya dan anak-anak bertambah kemuliaannya? Kalau ya, lanjut, kalau tidak, berhenti.✅
7. Annisa
Q : Wilujeng Sumping d Bogor bu Septi.. Saya Icha bu.. walau sdh smp pada tahap skrng ini kan ibu jg pasti msh terus belajar kan ya bu? Siapa guru yang paling berperan smp skrng ini?
A : Ibu saya, ibu mertua dan suami saya
8. Reta
Q : Saya bu Reta, mau tanya ttg bagaimana dgn program bu Septi 7 to 7, bgmn cara mengatur jdwlnya setiap hari bersama ank-ank dan keluarga?
A : Mbak Reta program 7 to 7 masih berlanjut sampai sekarang, krn sdh jadi habit, kalau jam 7 pagi belum rapi rasanya risih. Saya hanya memasukkan 3 hal penting dalam aktivitas sehari2 : Pendidikan anak-anak, Peningkatan kualitas diri, dan Mengerjakan kegiatan rutin ✅
9. Paulin
Q : Ibu.. kapan kita tau titik akhir dalam belajar sesuatu yg baru, agar bisa pindah ke yg lain? Lalu apakah anak usia 5 taun dan 9 taun dpt belajar lbh dari 1 hal yg baru dlm 1 waktu?
A : Mbak Pauline, titik akhir itu bukan berarti berhenti ya, tapi jeda, cirinya ketika rasa ingin tahu kita thd ilmu tersebut sudah tidak ada lagi, maka bergeserlah ke ilmu yg lain dulu, mungkin kita akan bisa kembali ke ilmu awal tersebut. Anak-anak sangat bisa belajar lebih dari 1 hal dalam 1 waktu, selama "intellectual curiosity" nya terasah, "creative imaginationnya" muncul terus, "art of dicovery and invention" nya selalu menggelitik, dan "noble attitude" akan senantiasa menggairahkan langkahnya ✅
10. Andi Titin
Q : Ibu Septi.. salam kenal, sy Titin tinggal di Cibubur.. mau nanya jg nih bu... Skarang sy full time mom di rumah.. dulu sy pernah bekerja.. tp setelah sy berhenti sy merada ada rasa kecewa dari kedua orang tua saya.. krn sy sdh kuliah jauh2,, sampai merantau,, dgn biaya kuliah yg lumayan.. tp sy malah memilih jd ibu RT. Orang tua tdk pernah mengutarakan rasa kecewa.. tp sy bisa merasakan sendiri.. bgm mereka memperlakukan saya.. bgm mereka membandingkan sy dgn saudara yg lain yg bekerja. Mohon pencerahannya bu septi.. bgm seharisnya sikap sy.. krn terus terang sy selalu dilema dgn sikap orang tua saya. Trima kasih bu Septi
A : Mbak Titin, sama dgn yang saya alami dulu. Saat itu saya berprinsip saat saya jadi anak, ridho Allah bergantung pada ridho ortu, saat jadi istri, ridho Allah, bergantung pada ridho suami. Maka saya ijin ke ibu saya untuk membuka pintu surga ibu dengan cara taat pada suami dan menjaga cucu-cucunya dengan baik, setelah itu buktikan dengan kesungguhan ✅
Waktu 30 menit terasa singkat.
Namun, begitu banyak ilmu, pencerahan,
dan inspirasi yang kami dapatkan.
Semoga bermanfaat
/Tim Fasilitator Matrikulasi IIP Batch 3_Bogor#1/

Komentar
Posting Komentar