Salad di Rumah Ustadzah
Assalamualaikum....
Alhamdulillah, segala puji syukur senantiasa terucap dari lisan kelu ini. Entah apa yang tersirat di hati, berkumpul dengan teman SMA rasanya sedikit mengobati kesunyian. Hari ini Beliau dinas, akan sering begini saat bulan desember. Sudah makanan akhir tahun bahwa kesibukan mengalahkan segalanya. Baiklah, lupakan itu karena atas izin Beliau lah aku masih bisa keluar rumah. Bersilaturahim dan mencari ilmu nonformal. Yup... sabtu malam menjadi tanggal yang amat dinanti. Atas izin Allah, akhirnya aku bisa bertemu dengan teman-teman liqa, berkumpul dalam lingkaran kecil yang penuh makna. Sungguh rindu dengan ceramah-ceramah, rindu siraman rohani yang menyejukkan hati, dan rindu dengan lantunan ayat-ayat suci. Tapi bertemu kalian pun menjadi kesan yang mendalam, bahwa aku benar-benar sedang berada di jalan yang benar. Semoga Allah memudahkan langkah kakiku menuju keistiqomahan iman.
Perkumpulan ini seperti biasa dihadiri oleh aku, Djawa, Widi, Millah, Ai, dan ibu Ning selaku tutor halaqah (mentoring) kita. Tapi, ada yang berbeda di acara liqa kali ini. Seseorang hadir ditengah-tengah kami. Yes... alhamdulillah anggota bertambah satu, ada Mima.
Banyak hal yang dibahas, kali ini seputar kesehatan. Ternyata aku baru mengetahui bahwa gula itu jahat ya... selain diabetes, gula juga dapat mengurangi sistem kekebalan tubuh, jadi mudah lelah, capek, dan menimbulkan linu di persendian. Selain itu dapat merusak jantung, lemak dalam perut, rusak gigi, bahkan naudzubillah bisa terkena kanker. Pun dengan karbohidrat, dibalik manfaatnya sebagai bahan pokok yang mengenyangkan, ternyata banyak pula kandungan negatifnya apabila dikonsumsi secara berlebihan. Apalagi sarapan, kurang afdol kalau belum makan nasi. Padahal itu bisa menimbulkan efek ngantuk dan menurunnya daya pikir akibat sarapan pagi yang kenyang.
Jadilah kami disuguhkan makanan sehat. Kali ini ibu Ning menyiapkan makanan sehat berupa salad sayur. Hmm.... aku juga suka. Isinya sama dengan salad-salad pada umumnya. Ada timun, toge, tahu, kol ungu, dan daun-daunan (kalau ini lupa namanya, hehe...). Yang pasti unik adalah bumbunya, kalau salad kebanyakan menggunakan bumbu mayonaise atau saos thousand island. Nah, spesial buatan ibu menggunakan bumbu kacang. Ini tampilannya seperti asinan betawi, Cuma bedanya kalau betawi ada tambahan gehu dan krupuk mie itu loh yang warnanya kuning dan bentuknya lebar. At least, nyummy. Enaaakkkk.....
Alhamdulillah, berkah tak terkira hari ini. Selain itu pula ada snack makanan cemilan pelengkap silaturahim kami. Macam-macam menunya dari mulai gorengan, kue-kue, kerupuk, weleh-weleh..... kenyang super kenyang... perut aman, mengaji dapat, silaturahim dapat, apalagi ilmu yang bermanfaat juga dapat. Bukan melulu belajar agama saja, tetapi belajar ilmu kesehatan juga perlu.
Ini penampakan suguhannya, terima kasih ibu sudah mau menampung kami, hahaha... next time kita keliling liqanya. Oke, padahal ada cerita dibalik ini semua. Kalau bukan atas izin Allah, tidak akan mungkin bisa berkumpul. Sempat tidak mau datang, soalnya suami sedang rapat keluar kota, ditambah lagi dengan waktu yang tanggung yaitu dimulai setelah magrib, belum lagi perjalanannya lumayan jauh, ya bismillah akhirnya aku hubungi suami dan beliau menyetujui. Alhamdulillah, aku janjian dengan Millah untuk berangkat sama-sama. Baru saja sampai rumah Millah, dia bilang anaknya lagi menyusui dan ia pun tidak enak badan. Bagaimana? Apakah batal saja? Pikir-pikir lagi akhirnya kita paksakan juga. Bismillah dengan hujan yang mulai turun deras, magrib, Millah sakit, dan aku yang harus kuat mengendarai motor ke rumah ibu. Di jalan pun banyak kendala, macet total.... biasa kalau hujan pasti begini. Oke pelan-pelan, merayap dengan pasti meski hujan menerpa.
Sesampainya di rumah ibu, keadaan rumah gelap gulita penanda bahwa tidak ada orang. Bagaimana ini? Hujan deras, tidak ada tempat berteduh, mau ke tetangga sebelah mana mungkin lah seperti orang benar saja. Akhirnya kita putuskan untuk shalat magrib sekalian berteduh. Kebetulan ada masjid di depan belokan jalan ke rumah ibu.
Dengan langkah pasti, kami ke arah ruang wudhu. Setelah bersih, kami menuju ruang shalat akhwat. Ya Allah.... sungguh takdir. Kami bertemu Ai, ternyata ia pun datang paling awal. Melihat rumah ibu yang kosong, ia pun memutuskan ke masjid juga. Setelah selesai, kami pun menunggu Widi dan Mima datang. Perjalanan yang berbuah manis. Jika Allah mengizinkan, kami pun berkumpul juga walaupun untuk pergi rasanya sangat berat. Miss you ukhti-ukhti.... Semoga kita selalu istiqomah ya. Amiiinnn....
Wassalamualaikum..wr.wb...
10 Desember 2016 @ Kediaman ibu Ning


Komentar
Posting Komentar