Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2017

Menulis dengan Niat

Menulis bersama Coach Tendi Murti Rabu, 30 Agustus 2017 Bismillah... Assalamualaikum semuanya. Sebelum masuk materi, saya ingin nanya, kenapa temen-temen ingin nulis? Jawab di hati aja. GREAT! Saya yakin alasan yang Anda miliki semuanya bagus. Ada yang bilang bahwa menulis itu sedang mengukir sejarah kita masing-masing. Maka harapannya adalah bukan hanya mengukir sejarah masing-masing lagi, tapi bagaimana mewujudkan sebuah perbaikan keadaan dengan jalan menulis. Guys, gimanapun juga, sepakat atau nggak tulisan yang kita tulis akan benar-benar memberikan pengaruh kepada pembacanya. Berpengaruh = memberikan perubahan   Perubahan Jutaan orang = Mengubah peradaban. Contoh simplenya medsos.  Berapa juta orang yang terpengaruh gegara postingan yang mempropaganda orang kan? Aksi 212, gara-gara medsos bisa ngumpulin 7 jutaan orang tumplek di Monas. Bahkan dengan sebuah postingan ada y...

Quotes Saya #part 1

Gambar
Alhamdulillah bersyukur kepada Allah yang telah memberikan nikmat begitu melimpah. Sahabat sholehah yang selalu mengerti kondisi dan keadaan antarteman. Komunitas dengan tulus hati mengizikanku berkarya bersama, serta keluarga yang memotivasi dan memberikan dukungan segala bentuk. Minggu ini masih konsisten ber ”challenge” ria hingga membuat jemari bergairah. Alhamdulillah pula dengan launching nya buku Kumcer Antologi “Kesempatan Kedua” tanggal 27 minggu lalu. Sebuah debutku di dunia kepenulisan –setelah beberapa waktu vakum dari dunia penerbitan— akhirnya rampung. Insya Allah jika sang Maha memberi kesempatan lagi, aku akan konsisten dan apresiasi. Semoga dapat memunculkan kata-kata dalam balutan buku atau secarik kertas. Tema minggu ini adalah Quotes Saya. Terinspirasi dari sahabat yang sudah merasakan asam pahitnya kehidupan. Jika tidak ada fitnah dan adu domba dari seseorang, mungkin aku akan bertahan. Namun, hasutan itu kian menambah daftar panjang masalah kami. Jadilah...

Seminar Couple Pak Dodik Mariyanto dan Bu Septi Peni Wulandani

Gambar
Seminar Ayahku, Guruku dan Imamku  (Pak Dodik Mariyanto) dan Menjemput Kemuliaan dengan Ridho Suami (Bu Septi Peni Wulandani) Hotel Pangrango 2 Bogor,  27 Agustus 2017 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Dodik Mariyanto Bagi seorang istri Ridho Allah ada pada ridho suami. Murah hati memberi ridho terhadap istri.  Apakah sulit memberi ridho? Peran laki2 :  Bapak adalah pemimpin rumah tangga. - Banyak laki-laki yang merasa sudah menjadi pemimpin dalam keluarga Kuncinya adalah komunikasi.   Comune :   menjadikan semuanya menjadi milik bersama. (pesan,  informasi) - Kesalahan yg terjadi adalah kita sepakat dengan asumsi yang ada dalam pikiran dan belum disepakati bersama.  A Leader is one who 1. knows the way dengan ilmu 2. shows the way dengan keteladanan 3. goes the way dengan evaluasi/muhasabah Ambil definisi darimana saja atau berbagai versi,  yang penting seluruh anggota ke...

Nikmat Minggu Ini #part 2

“Apakah Allah semakin jauh dariku?” Sempat terlintas pertanyaan. Ketahuilah, aku hanya ingin berharap pada-Nya, namun semua kuserahkan kembali. Hanya Dia yang mampu membalas semua doa dan harapan. Kupejamkan mata dan selalu introspeksi. Apakah aku terlalu baik? Ataukah terlalu sombong? Sampai mengufuri nikmat-Mu hingga lenyap semua dari tanganku? Hari ini aku mendapat telepon dari dua tempat. Pertama, perusahaan di bidang asuransi yang menawarkan posisi staf admin. Kedua, salah satu sekolah ternama yang terdapat di kotaku menawarkan posisi sebagai guru kelas atas. Apa reaksiku? Tentu saja bahagia, ada yang membutuhkan di tengah keterpurukan. Ku “iya” kan tawaran tersebut untuk melewati serangkaian tes. Walaupun bertepatan di hari yang sama, namun waktunya berbeda. Sangat mudah untuk membaginya... Pukul 11 aku bertemu dengan kepala sekolah yang menginterview. Lancar dan jelas tergambar job desk’nya. Duniaku adalah mengajar maka sudah tentu mudah memasuki ranah kerja ini. Ta...

Mendongeng dan Hypnoparenting

Resume Sharing Ibu Mendongeng Part 4 Jumat, 25 Agustus 2017 Mau share nasihat dari dosen saya tentang penggunaan gawai untuk anak, lumayan jadi tinggal mengikuti saat berbicara dengan bijak saat dengan anak. Bagi ibu2 yang anaknya sudah memiliki gawai saya akan share nasihat sang dosen komunikasi UGM dengan anaknya, mungkin bisa dicontoh: Belum Bosan Sejak nesta menggunakan telepon cerdas di kelas empat, minimal seminggu sekali saya mengingatkan hal-hal ini: - Telepon ini bukan milikmu. Ini hanya pinjaman. Jika suatu waktu kamu tidak dapat menggunakannya dengan baik, ayah ambil kembali. - Telepon ini intinya untuk berkomunikasi dengan bunda, adik dan saudara-saudara. Siapa tahu suatu saat hal buruk terjadi pada ayah, kamu dapat menghubungi mereka untuk memberi kabar atau meminta pertolongan. - Rawat telepon dengan baik. Untuk membelinya, ayah harus menabung. Dibersihkan secara rutin. Hindari terjatuh atau lecet. Kalau nanti mau dijual, harganya tidak men...