Agustus dan Anak-anak/Keluarga #part2

17 Agustus identik dengan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia. Alhamdulillah sudah 72 tahun usia negara ini. Semua masyarakat menyambut dengan suka cita. Namun, kami menyambutnya dengan duka cita.

Tepat hari ini 17 Agustus 2017 salah satu keluarga telah berpulang ke rahmatullah. Ya, nenek kami telah menghadap Sang Pencipta pukul 3 dini hari. Tidak ada tanda-tanda sakit atau dirawat di rumah sakit. Aku dapat kabar pukul lima dari kakak sepupuku yang menelepon. Ia berkata bahwa nenek meninggal. Sehabis shalat subuh, kami yang ada di Bogor bergegas menuju Klender. Setibanya disana, nenek sedang dimandikan oleh saudara-saudara.

Sebelum meninggal, almarhumah sempat meminta dipijat oleh Bude. Biasanya pun seperti itu, selalu dipijat. Setelah dipijat dan dibalur balsem, nenek ingin rebahan hingga tertidur. Bude pun tertidur satu kamar dengannya. Saat azan subuh berkumandang, Bude ingin membangunkan nenek. Namun, tangannya dingin dan kaku. Bude kemudian memanggil beberapa saudara untuk memastikan tak lupa memanggil dokter. Kebetulan kami bertetangga dengan dokter. Ketika nenek diperiksa, dokter mengatakan bahwa nenekku telah tiada. Akhirnya semua bergegas memberitahu saudara dan para tetangga untuk mempersiapkan pemakaman.

Begitu cepat, tidak ada firasat apapun, tidak ada pula tanda-tanda, meninggalnya saja di rumah saat tertidur, tak menyusahkan siapa-siapa. Alhamdulillah semoga khusnul khotiah ya, Nek. Lihatlah, begitu banyak yang mengantar ke masjid, menyolatkan, hingga mengantar ke liang lahat. Hari ini pun libur, tanggal merah, semua orang berkumpul bahkan anak cucumu pun bisa hadir memandikan dan melepas kepergianmu. Tenang lah di sisi-Nya ya, Nek. Selamat jalan, kami semua ikhlas.


14 Agustus 2017 (klik disini)
Kami bersuka cita.
Mengantar Pade dan Bude Indramayu
untuk berangkat ke baitullah.

17 Agustus 2017
Kami berduka cita.
Mengantar Nenek Klender
untuk kembali ke rahmatullah.

Seminggu ini ada dua peristiwa di keluarga kami. Alhamdulillah semua dapat berkumpul, menjalin silaturahim, dan bergotong royong memberikan yang terbaik. Semoga terus terjalin ukhuwah kita ya. Jangan sampai tercerai-berai, karena saudara adalah orang yang paling dekat ikatannya.

Oh ya, jadi nyambung ke tema mimpi nih. Klik disini. Tadi malam aku bermimpi kalau gigi geraham atasku copot dan berdarah. Kata orang sih itu pertanda bahwa akan ada yang meninggal. Entahlah benar atau tidak, yang pasti kenyataannya terjadi juga. Ketika bangun dari tidur, aku mendapat kabar bahwa nenek meninggal. Firasat dari orang-orang yang aku temui pun pernah mengalami. Contohnya tetangga sekitar rumah nenek. Seminggu sebelum meninggal, tumben-tumbennya nenek duduk di depan rumah. Setiap ada yang melintas, ia selalu meminta maaf. Kemudian ditawari jambu dari pohon kesayangan nenek. Om ku juga pernah diberikan bekal untuk dibawa pulang. Almarhumah mengatakan kalau makanan itu adalah masakan terakhir, jadi harus dibawa semua. Pada saat itu om ku tidak menyadari bahwa itu pesan terakhirnya.

Semua kembali pada satu tujuan, percaya pada Allah, hindari percaya pada apapun karena itu perbuatan syirik. Semoga kita dijauhkan dari prasangka-prasangka buruk. Amin...


Kamis, 17 Agustus 2017
#AgustusdanAnak-anak/Keluarga
#part2 #week3
#RumbelMenulisIIPBogor

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kumpulan Soal Mengenai Pemakaian Huruf dan Penulisan Kata

Indahnya Berbagi Kebaikan bersama Bento Ramadan HokBen

Me Time