Hobi dan Saya #part 1

Satu Agustus, banyak cerita yang dilalui. Awalnya ingin menulis saat jam makan siang, tapi tertunda karena sesuatu. Biasa lah emakmud, kesempatan harus dimanfaatkan walaupun singkat. Cuzzz deh ke pasar (surganya para emak), hahaha... Oke baik, akhirnya dapat juga moment menulis di waktu malam ketika pergantian hari berlangsung.

Nyaris tanggal 2 Agustus, yaaa, masih 33 menit lagi.

Tema hari ini "Hobi dan Saya", bicara tentang hobi pasti berkaitan dengan diri sendiri. Dua hal yang tidak bisa dipisahkan, saling sinergi satu sama lain.


Bahagia dapat moment yang "kebetulan" ini. Lanjut yuk, seperti yang sudah dibahas, "hobi dan saya" bersinergi. Mengapa? Menurutku hobi adalah kegiatan yang membuat hati puas dan menyenangkan walaupun tidak menghasilkan dana. Lebih ke me time sih. Hobiku menulis, menyendiri, atau sekadar jalan-jalan tanpa membeli. Simple ya, ini belum menghasilkan tapi efeknya mantap. Lebih kepuasan batin sih... Hehe...


Hari ini, aku niat untuk menyebarkan surat. Bukan surat cinta loh ya, tapi surat sakti. Saking sakti, sampai harus diantar tanpa perantara (duileeee). Yupz, namanya juga niat kadang terjadi hal yang tak terduga. Kulihat kamar mandi, sepertinya harus ada yang diganti. Rasanya sulit jika ingin berwudhu, tapi menggunakan selang sambungan dari kran. Selangnya panjaaaang, jadi ribet kan. Inisiatif lah aku untuk menggantinya.

Sist.... 7 menit lagi menuju tanggal 2, semangattt....

Nah, akhirnya aku bergegas ke toko alat perkakas. Setibanya disana, aku menanyakan kepada petugas mengenai ember yang dimaksud. Seperti apa sih? Ini loh, ember yang ada kran jadi bisa menampung air. Petugas itu berjalan menyusuri lorong sambil ku ikuti.


Tak lama kemudian ia menunjukkan ember. "Yang ini?" jawabnya.


"Bukan, Mbak. Itu sih dispenser buat es buah. Saya cari ember yang ada kran untuk wudhu, disimpannya di kamar mandi. Bukan tempat minuman kayak gitu", seraya kujelaskan bahwa yang ditunjukkan itu salah.

Sist... Pukul 00.00 yeayy.... Moment berharga nih, angka cantik muncul di jam ponselku. Yuk kita come on... 

Nah, petugasnya mengatakan, "Gak ada mbak yang kayak gitu".


"Hmm... baiklah, makasih ya". Aku berlalu dan berkeliling kembali menuju toko berikutnya. Cuaca terik dan jalanan berdebu. 


Aku melanjutkan perjalanan membeli ember. Semua toko di pasar sudah aku singgahi, namun tidak ada yang menjual. Sambil putar otak aku pun jalan ke parkiran. "Kemana lagi ya?", Pikirku.


Tiba-tiba aku ingat, di dekat rumah ada penjual ember dan alat perkakas. Siapa tahu ada disana. Lega rasanya dapat ide yang muncul di saat putus asa seperti ini. Bayangkan seluruh toko tidak ada satu pun yang menjual, padahal pasarnya besar sekali. Ah sudahlah, mungkin memang sedang habis stok. Husnudzon aja dulu, hahaha...


Tiba di toko dekat rumah, tampak display ember beraneka ukuran. Ku tanya pedagang, ada tidak ember yang memiliki kran. Jawaban dari penjual membuat aku jadi gimana gituuu....


"Gak ada, Neng. Ember model itu mah bikin aja sendiri. Ember dibolongin, tinggal masukin kran. Jadi deh... Krannya beli di toko bangunan. Kalau nyari yang sama persis mah nggak akan nemu", ucap pedagang dengan logat yang khas.


Ya Allah, efektif dan efisiennya dimana coba? Harus beli ember, beli kran, belum lagi harus dibolongin plus ditempel pakai lem super paten. Bagaimana ini? Kerja dua kali. Jiwa kreatif akhirnya digunakan juga.


Ya sudah, terpaksa beli ember model biasa dengan budget yang murmer alias murah meriah. Akhirnya dapat ember ukuran 50 liter. Cuzzz... ke matrial beli kran air yang terjangkau.


Sesampainya di rumah, kutunjukkan bakat terpendam (duileee). Sepertinya jiwa teknisi merasuk di tubuhku. Hahaha... Kulihat perkakas suamiku. Ada paku dan palu, tapi kalau dipaku apakah langsung bolong? Ah coba saja. Eiiiitttsss... Mundur perlahan, jika diteruskan khawatir pecah embernya. Aku cari alat yang lain dan menemukan solder (aduh, maaf lupa tulisan Inggrisnya). Nah, dipanaskan dan dilubangi seukuran lingkaran kran. Setelah itu aku masukkan ke dalam lubang yang bolong dan direkatkan menggunakan lem super paten. Diamkan setengah jam. 


Taraaa.... This is it, ember wudhu ala aku.




Sooo, hobiku yang pertama adalah jalan hunting-hunting sendirian. Tidak foya-foya, tapi sekadar cuci mata dan me time. Efeknya, menyenangkan...



See you...

Ikuti kisah selanjutnya di tema:



Rabu, 2 Agustus 2017
#HobidanSaya #part1
#RumbelMenulisIIPBogor



~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Yuk kunjungi challenge-challenge yang lain.

KLIK :



#NikmatMingguIni#week4 #part2

#QuotesSaya #week5 #part1
#QuotesSaya #week5 #part2

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kumpulan Soal Mengenai Pemakaian Huruf dan Penulisan Kata

Indahnya Berbagi Kebaikan bersama Bento Ramadan HokBen

Me Time