Hobi dan Saya #part 2
Hobi dan Saya part 2 ini lumayan bikin nggak bisa tidur.
Setiap hari dihantui rasa setor, setor, dan setor. Deg-degan persis tantangan
Bunsay setiap hari, apalagi saling mengunjungi dan berbagi ilmu. So far, senang bingiiitzz jadi
tambah pengetahuan. Selain memanjakan mata alias hunting-hunting printilan
di pasar (baca di part 1). Hobi saya yang lain adalah
menulis, tentu bukan menulis biasa. Saya sangat suka menulis diary sejak
SD meskipun bahasanya kacau balau. Sampai saat ini pun masih menulis –kacau
balaunya?— kayaknya masih juga, uuppss....
Now, lebih asyik menulis di medsos alias media sosial. Sensasinya beda karena
banyak yang baca dan comment langsung. Paling utama adalah
harus menghidupkan kembali dunia per-blog-an. Sempat mati suri efek dua tahun
nggak dijamah dan lumayan risau karena harus ingat-ingat password.
Rupanya keberuntungan berpihak, hasil dari catatan di diary.
Kali pertama membuat blog, saya sempat tulis password email
di buku diary. Niatnya menulis kegiatan dan kejadian pada hari itu.
Eh ternyata manfaatnya digunakan di lain waktu, seperti saat ini ketika
lupa password dua tahun lamanya. Fungsi diary muncul
sebagai pengingat.
By the way, bicara tentang pengingat jadi ingat suatu cerita. Rutinitas kami setelah
shalat zuhur yaitu menemani Aqis makan siang sambil menonton televisi. Cemilan
makan siangnya adalah acara Upin dan Ipin. Sebenarnya menonton film luar negeri
tuh gimana gitu yaa, hmm... tapi boleh lah, kan bisa ambil
pelajaran dari cerita film itu. Nah, balik lagi ke laptop (eh, salah), balik
lagi ke cerita. Bicara tentang hobi, pada episode ini Upin dan Ipin bercerita
mengenai hobi mereka. Ibu Guru memberi tugas untuk mencari hobi para siswa.
Beliau menjelaskan hobi adalah kegiatan yang dilakukan saat waktu luang dan
berfaedah atau bermanfaat. Upin dan Ipin bingung, hobi mereka apa ya?
Singkat cerita, Upin dan Ipin melihat Kak Ros bernyanyi. Namun, suara yang
dikeluarkan sumbang sehingga sakit telinga. Mereka bertanya hobi kakaknya
memiliki manfaat apa? Kakaknya menjawab, menjadi terhibur. Upin dan Ipin
akhirnya mengkaji hobi teman-teman. Mey-mey hobi membaca buku, Mail berdagang,
Susanti memotret, Devi menari, Jarjit berpantun, dan Ehsan memasak. Mereka
pun menemukan hobi yaitu membantu Tok Dalang. Setiap hari menjaga, memberi
makan, memperbaiki kandang, mengejar ayam, dan mengumpulkan durian di
desa.
Namun, Ibu Guru berkata bahwa itu bukan hobi melainkan kewajiban. Hobi adalah
kegiatan mengisi waktu luang, sedangkan kewajiban adalah suatu keharusan. Nah,
membantu orang tua adalah suatu kewajiban yang seharusnya dilakukan. Itulah
tanda kita berbakti pada mereka. Akhirnya anak murid termasuk Upin dan Ipin pun
paham.
Alhamdulillah, hobi saya sudah rampung ditulis. Pertama, hunting-hunting printilan
di pasar yang nggak sengaja menghasilkan sesuatu, dan yang kedua adalah
menulis. Semuanya dilakukan di waktu luang. Sebut aja me time,
karena hobi ini bisa bikin betah. Hehe...
Kamis, 3 Agustus 2017
#HobidanSaya #part2 #week1
#RumbelMenulisIIPBogor
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Yuk kunjungi challenge-challenge yang lain.
KLIK :
#HobidanSaya #week1 #part1
#HobidanSaya #week1 #part2
#Mimpi #week2 #part1
#Mimpi #week2 #part2
#AgustusdanAnak-anak/Keluarga #week3 #part1
#AgustusdanAnak-anak/Keluarga #week3 #part2
#NikmatMingguIni #week4 #part1
#NikmatMingguIni#week4 #part2
#QuotesSaya #week5 #part1
#QuotesSaya #week5 #part2
Komentar
Posting Komentar