Mimpi part #2
Bahagia tak terkira, baru saja mengirimkan dua naskah dengan tema LDR. Nggak sengaja dua bulan ini temanya sama, padahal penerbitnya berbeda. Wah, merampungkan naskah itu rasanya “uuwwwooww” banget. Seperti habis melahirkan, ingin dilihat, dibaca, dibaca, dan baca lagi. Plong... Senang alhamdulillah ini berkat bergabung di Rulis. Aku seperti menemukan soulmate gitu, jadi ketagihan menulis. Banyak yang ingin digali dalam potensi diri yang masih “pas-pasan” ini (duh, jadi malu eik).
Saatnya melanjutkan tema mimpi part 2 di minggu kedua ini. Tema masih sama, namun dikemas dengan input yang berbeda. Cekidot...
Mimpi vs Dejavu
Aku pernah baca artikel jika mimpi berbeda dengan dejavu. Eh, apa sih dejavu? Gini... gini.... dejavu itu seperti kejadian yang pernah dialami, tapi terjadi lagi pada situasi yang sama, namun dalam waktu yang berbeda. Nah lho, pusing nggak tuh? Hahaha....
Begini, memang antara mimpi dan dejavu berbeda. Kalau mimpi itu seperti bunga tidur hanya menceritakan kisah alam bawah sadar seseorang. Mimpi pun bisa diartikan sebagai cita-cita atau harapan. Penjelasannya ada di part 1.
Déjà vu, (/ˌseɪʒɑː ˈvuː/; Perancis pronunciation: [de.ʒa.vy]) dari bahasa Perancis, secara harfiah "pernah melihat", adalah fenomena merasakan sensasi kuat bahwa suatu peristiwa atau pengalaman yang saat ini sedang dialami sudah pernah dialami di masa lalu.
Déjà vu adalah suatu perasaan telah mengetahui dan déjà vécu (perasaan "pernah hidup melalui" sesuatu) adalah sebuah perasaan mengingat kembali. Pendekatan ilmiah menolak penjelasan bahwa déjà vu adalah "prekognisi" atau "ramalan". Pendekatan ilmiah menjelaskan bahwa déjà vu adalah anomali ingatan, yang membuat kesan berbeda bahwa suatu pengalaman "diingat kembali".
Penjelasan ini didukung oleh fakta bahwa arti dari "mengingat" pada waktu itu sangat kuat dalam banyak kasus, tetapi keadaan pengalaman "sebelumnya" (kapan, di mana, dan bagaimana pengalaman sebelumnya terjadi) tidak pasti atau diyakini tidak mungkin. Dua jenis déjà vu yang diperkirakan ada adalah jenis patologis dari déjà vu yang biasanya berhubungan dengan epilepsi dan non-patologis yang merupakan sebuah karakteristik dari orang yang sehat dan fenomena psikologis.
Kamis, 10 Agustus 2017
#Mimpi #part2 #week2
#RumbelMenulisIIPBogor
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Yuk, kunjungi challenge-challenge yang lain.
KLIK :
#HobidanSaya #week1 #part1
#HobidanSaya #week1 #part2
#Mimpi #week2 #part1
#Mimpi #week2 #part2
#AgustusdanAnak-anak/Keluarga #week3 #part1
#AgustusdanAnak-anak/Keluarga #week3 #part2
#NikmatMingguIni #week4 #part1
#NikmatMingguIni#week4 #part2
#QuotesSaya #week5 #part1
#QuotesSaya #week5 #part2
Komentar
Posting Komentar