Nikmat Minggu Ini #part 1
Tak terasa challenge yang kuikuti sudah masuk week 4. Masih teringat seminggu yang lalu ketika jantungku berdebar mengalami dua peristiwa bersamaan. Baru saja mendapat kabar bahagia karena Pakde dan Bude berangkat ke tanah suci (klik disini). Dua hari setelah itu –bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia—, nenek meninggal dunia (klik disini). Nano-nano ya rasanya, tapi harus bersyukur. Segala yang terjadi harus dinikmati, manusia hanya bisa berkehendak. Allah yang punya kuasa, maka pasrahkan pada-Nya.
Okay, back to the tema (hehehe sok ing ya). Tema challengenya adalah "Nikmat Minggu Ini". Yupp... semakin bersemangat jemariku menari di atas papan keyboard. Walaupun kata-kata masih berantakan, tapi aku yakin ada peningkatan. Belajar sampai akhir hayat tak pernah putus. Intinya mulai dan tulislah apa yang disukai.
Bisa dikatakan, tulisan adalah jejak peradaban manusia dan peninggalan berharga selama di dunia. Kalian tahu? Setelah meninggal nanti, apakah kita akan dikenang selamanya? Tentu tidak, mungkin hanya hitungan bulan saja. Selanjutnya orang lain akan sibuk dengan urusan masing-masing, kita pun akan lenyap seiring waktu. Hanya tulisan yang bisa menghidupkan kembali di dunia, menjadi amal jariyah berupa ilmu yang bermanfaat untuk masyarakat. Maka, tulislah apapun yang baik-baik saja.
Tema minggu ini berkaitan dengan “nikmat”. Nikmat adalah hasil dari pencapaian rasa syukur manusia. Jika manusia bersyukur, maka Allah akan memberi nikmat yang melimpah. Loh?! Ada hubungan apa antara nikmat dan rasa syukur? Syukur memang sangat terkait dengan pemberian Allah swt, yaitu nikmat.
Di dalam Al-Qur’an, Allah swt berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 152: “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.”
Salah satu cara untuk bersyukur adalah melalui ucapan, dengan kalimat hamdalah “alhamdulillah” yang berarti “segala puji bagi Allah”. Ucapan terima kasih kepada Allah swt atas segala nikmat yang diberikan. Allah mengingatkan manusia hingga berulang sampai 31 kali dengan kalimat yang sama, dengan jumlah huruf yang sama agar manusia mudah mengingatnya dan pandai bersyukur.
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS. Ar-Rahman [55] )
وَآتَاكُم مِّن كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ وَإِن تَعُدُّواْ نِعْمَتَ اللّهِ لاَ تُحْصُوهَا إِنَّ الإِنسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ ﴿٣٤﴾ “Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” (QS. Ibrahim [14] : 34)
Semoga kita termasuk orang-orang yang pandai bersyukur. By the way, nikmat minggu ini dimulai saat ibu Esme selaku Ketua telah mengizinkanku bergabung dalam project bulan September. Alhamdulillah, terima kasih atas kesempatan yang diberikan. Semoga bisa konsisten dan komitmen dalam project nanti. Bahagia bisa bergabung dengan Rumbel ini.
Hati senang tapi galau muncul juga. Deadline laporan dari Ibu Bos semakin mendekati hari H. Ya... mau gimana lagi? Show must go on! Alhasil mengerjakan laporan + ikutan challenge + ngasuh bocah. Semuanya dikerjakan dalam waktu yang bersamaan. Mulai dengan bahagia, jalani dengan semangat ikhlas, maka rasa syukur dan nikmat pasti bertambah. Alhamdulillah semakin bergairah!
#nikmatmingguini
#part1 #week4
#rumbelmenulisIIPBogor
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Yuk,
kunjungi challenge-challenge yang lain.
KLIK
:
Komentar
Posting Komentar