Mendongeng dengan Hati
Resume Sharing Ibu Mendongeng
Rabu, 23 Agustus 2017
Mendongeng dengan Hati
Nia alias Mama Nina
Nia alias Mama Nina
Halo ibu luar biasa. Terima kasih banyak sudah berkenan bergabung dalam Grup Sharing Ibu Mendongeng. Inilah bahasan pertama kita. Dimulai dari pertanyaan, apakah ibu sudah mulai mendongengi si kecil? Sejak kapan sih sebaiknya buah hati kita didongengi? Ternyata, kita bisa mendongeng sejak si kecil masih berada dalam kandungan. Janin sudah bisa mendengar sejak usia 16 Minggu (atau bahkan lebih). Bercerita kepada janin ternyata bisa memberikan rasa nyaman, ketenangan sekaligus bisa meningkatkan kecerdasan dan memaksimalkan potensi otak anak kita.
Alhamdulillah jika ibu sudah melakukan hal yang sama. Namun jika ternyata ibu belum memulai sama sekali dan anak-anak pun sudah mulai besar, bagaimana jadinya? Mulailah sekarang juga, karena tidak ada kata terlambat untuk perbuatan yang baik. Aktivitas mendongeng ini bisa ibu lakukan dengan memakai buku cerita atau tanpa buku. Pilihlah cara yang membuat ibu merasa paling nyaman saat bercerita. Lalu, apa saja manfaat mendongeng bagi tumbuh kembang si buah hati?
Di antara sederet manfaat mendongeng seperti meningkatkan kemampuan berbahasa, minat baca, imajinasi, dan hal positif lainnya, Ibu Mendongeng lebih fokus pada dua manfaat utama.
Pertama, mendongeng itu menguatkan ikatan atau bonding ibu dan anak. Ikatan ini akan menguatkan rasa cinta dan kasih, serta kehangatan keluarga.
Kedua, mendongeng bisa menjadi media komunikasi yang efektif. Ya, mendongeng adalah media penyampai pesan yang sangat efektif. Pesan apa pun bisa ibu sisipkan dalam cerita hingga mudah dipahami si kecil.
Lalu, apakah semua ibu harus bisa mendongeng? Jawabannya bukan harus bisa tapi harus mau. Mendongeng itu bukan hanya soal kemampuan tapi kemauan seorang ibu untuk berbagi kisah dengan buah hati tercinta.
Kita tidak harus memiliki teknik yang mumpuni saat mendongeng. Yang lebih penting adalah ketulusan hati kita. Inilah yang disebut mendongeng dengan hati. Karena pada dasarnya anak-anak bisa merasakan bagaimana cara ibu berbagi cerita. Ketika kita melakukannya dengan hati yang tulus, maka getaran rasa itu akan sampai di hati anak-anak.
Ketika kita mendongeng dengan hati, maka bukan lagi soal seberapa sering kita melakukannya. Tapi seberapa banyak kita menuangkan ketulusan. Sehingga manfaat dongeng akan begitu terasa pada buah hati kita.
Lantas, bagaimana langkah untuk memulai mendongeng dengan hati?
1. Pilihlah pesan yang ingin ibu sampaikan melalui dongeng.
2. Pilih sumber cerita yang sesuai dengan pesan yang akan disampaikan. Apakah buku, kisah nyata, cerita imajinasi/karangan ibu sendiri, atau lainnya.
3. Curahkan fokus dan perhatian saat mendongeng. Bangun ketertarikan ibu sendiri terhadap cerita yang sedang didongengkan.
4. Tatap mata si kecil dan alirkan rasa cinta kasih kepadanya.
5. Berceritalah dengan hati gembira!
Tapiii, bagaimana kalau sesi mendongeng nya gak sesuai ekspektasi? Seperti anak tidak tertarik, anak malah ngeluyur pergi? Aiiiih, jangan patah semangat dulu ya Bu. Ingat, ada proses yang dibutuhkan agar anak jatuh cinta dengan hal ini. Kuatkan tekad dan stay positive! Percayalah, keterampilan mendongeng akan semakin terasah dengan jam terbang. Kita hanya perlu memulainya dengan hati yang bahagia, saat ini juga.
SESI TANYA JAWAB
T : “Bagaimana sisdur bergabung dalam Komunitas Ibu Mendongeng? Apakah ada kriteria tertentu untuk dapat bergabung dalam Komunitas Ibu Mendongeng? Kebetulan saya masih baru dalam dunia perdongengan hehehe... Apakah sharing kepada anak mengenai pendidikan ibadah dan sejarah islam juga termasuk mendongeng?” (Anti, Bogor)
J : “Syarat bergabung dalam komunitas Ibu Mendongeng adalah sudah mengikuti grup sharing ini dari awal sampai akhir. Di akhir grup, nanti akan kami berikan formulir member, bagi yang berkenan bergabung dalam komunitas bisa mengisi formulir. Tidak ada kriteria khusus mba Anti. Terbuka bagi siapa saja yang ingin sama-sama menyebarkan virus mendongeng. Kita bisa mengambil tema apa saja dan menyelipkan pesan apapun juga dalam mendongeng. Termasuk tentang sejarah islam.”
T : “Apa impian dan target KIM?” 😍
J : “Impian KIM ke depannya. Visi misi Komunitas Ibu Mendongeng. Antara lain:
• Menyebarkan virus mendongeng kepada semakin banyak ibu di Indonesia. Sehingga semakin banyak ibu yang menyadari manfaat yang luar biasa dari mendongeng dan tergerak untuk terus mendongeng bagi buah hati tercinta.
•Menumbuhkan minat baca dan ketertarikan anak terhadap buku lewat mendongeng
• Menjadi wadah berbagi ilmu dan pengalaman seputar mendongeng dan dunia anak.
T : “Bolehkah bahas ttg anak, diluar tema dongeng mendongeng? Atau ada waktu khusus ttg sharing diluar tema? Begini, misal kita sudah selesai nih tukar ilmu dan sharing di grup wa ini..kemudian menjadi member. Member di fanspage facebook mendongeng kah atau bagaimana? Dan setelah sharing sepekan ini selesai grup wa ini ga ada lagi kah?
J : “Grup sharing ini hanya berjalan sepekan. Untuk saling menyamakan frekuensi dan gambaran tentang KIM. Setelah grup sharing nantinya ada komunitas via grup FB. Silakan teman2 boleh mendaftar ataupun tidak usai grup sharing ini. Nantinya bahasan dalam komunitas via grup FB lebih variatif seputar mendongeng dan dunia anak.
T : “Materinya ngena banget. Karena memang seringkali ibu enggan mendongeng karena merasa suaranya nggak pas buat bercerita, ngga kreatif bikin cerita, dsb. Padahal ternyata cukup memulai dengan hati ya, sehingga setiap ibu pasti bisa mendongeng. Nah, saya mau bertanya. Kalau hati lagi sedih, lagi kesel, gimana ya biar tetep mendongeng dengan asyik? Suasana hati mempengaruhi gesture ya, hihi... Terimakasih (Mesa Dewi, Jombang)
J : Saya mau nanggapin boleh? Saya kalau lagi kesel malah mau dongengin anak, sama seperti senyum, kalau kita marah tapi di paksa senyum malah akan merubah suasana hati. Krn saat kita tersenyum ternyata malah mengaktifkan hormon apa ya namanya yg buat perasaan jadi nyaman. Nah, bagi saya mendongeng utk anak malah membantu saya keluar dari suasana hati yg ga nyaman. Kan sambil ketawa2 sama anak trus liat anak-anak ketawa2 pasti deh suasana hati jadi berubah. Kalau saya, biasanya stop dulu bun. Reda kan mood dan cari kegiatan lain. Biasanya sehari atau paling lama seminggu. Ada kalanya bikin anak kecewa saat itu, krn bener2 lagi turun. Biasanya saya janjikan waktu pengganti. Kadangkala nya saya paksakan diri untuk memenuhi keinginan anak didongengi dan seringkali malah menjadi mood naik, saat mengeluarkan kosakata yang banyak itu, malah bikin sumbatan di kepala justru hilang. Biasalah yaaa... Wanita itu sudah kodratnya kudu banyak ngomong Hihi... anak senang ibu lega, jadi emosinya tersalurkan dengan aman. Jd ibu memang harus cari celah supaya emosi cpt reda ya buibu. Kalau nggak, bisa perang dunia ketiga yaa... haha. Tantangan sekali mmg kl udh bawa perasaan. Kita butuh waktu sesaat buat 'menaruh' sementara emosi negatif kita supaya tdk terlampiaskan pd anak. Tarik nafas atau cuci muka (wudhu) bs jd cara cepat buat meredam emosi. Kl saya boleh sharing jg, kl pas lg ga mood atau mood jelek. Saya alihkan mendongeng jd curhat ke anak. Bisa masalah sebenarnya diceritakan secara sederhana, atau dibuat tema mendongeng jg bisa. Itung2 bikin anak belajar empati, dan ajaibnya bener td bs membawa mood kita ke arah yg baik malah kl dipaksa bercerita/mendongeng ke anak. Kalau saluran emosinya ga tuntas malah jadi bahaya kapan saja bisa meledak.. makanya tiap ibu harus punya saluran emosi yang aman jadi tiap ada masalah waktu itu juga dislesaikan bukan direda, kalau saya wudhu setelah itu ngemil (me time) paling mojok di kamar mandi ala ala sinetron, hehehe. "kenapa hidupku begini ". Malah bisa jd qt lbh menjiwa y, apalagi kl adegan marah dan sedih. Mengubah emosi negatif qt menjadi energi positif untuk anak” Kalau saya biasanya minta waktu sebentar kepada anak untuk mengatur napas. Tarik napas dari hidung, tahan sebentar, lalu hembuskan napas dari mulut biasanya membuat emosi lebih stabil. Sembari menarik napas, bayangkan energi positif masuk ke tubuh kita. Saat mengeluarkan napas, bayangkan energi negatif, kegelisahan, atau kemarahan turut hilang. Coba lakukan ini. Bisa juga di pagi hari sebelum mulai beraktivitas. Nah, setelah itu coba pilih tema mendongeng yang kita suka dan bisa membangkitkan mood. Bangun bonding dengan anak dengan tertawa bersama, pelukan, dan bercengkerama. Insya Allah mengubah mood kita jadi lebih positif. Teknik pernafasan untuk mengarur emosi kita. Jadi saat kita moodnya sedang tidak baik, kita bisa melakukan bbrp hal seperti buibu disini mengatasinya ya :
- Meredakan emosi, ambil air wudhu, menyendiri dulu lalu menjanjikan waktu pengganti pada anak
- Dipaksakan mendongeng untuk menggiring mood kita sendiri menjadi lebih baik
- Memilih tema cerita yg sesuai dengan mood kita
T : “Ada Bedanya ga ya antara ngedongeng,bercerita dan pretend play? Terima kasih mba. (Fega/febi cirebon)
J : “Beda di alur cerita. Bercerita dan mendongeng itu pasti ada pattern khusus yg diatur tema (jd ada pendahuluan-klimaks-antiklimaks) Kl pretend play alur tema tertentu namun ceritanya bebas tidak terbatas dan dapat diakhiri kapan saja, hanya dibatasi fungsi peran dr yg dimainkan. Pretend play bermain peran dengan anak. lebih ke anak jadi pemeran utama. Dr segi pemeran utama, pretend play memang fokus ke anak yg memainkan peran ya. Sedangkan mendongeng, sbg ibu kita masi mengambil sebagian besar peran utama terutama ketika menyampaikan pesan moral dlm cerita. Bercerita itu y cerita aja gt tanpa rencana. Cerita tentang hal-hal yg dilakukan kemarin misalny. Klw dongeng yg berkaitan dgn sesuatu yg imaginatif kontennya.klw pretend play kaya drama atau teater gt. Kalau pretend to play memang anak yang menjadi pemeran utama ingin berimajinasi atau berperan sebagai siapa. Jika mendongeng atau bercerita, ada kedua belah pihak yang memainkan peranan. Pencerita dan pendengar atau penonton. Pretend play atau bermain peran jd koki, pilot, bahkan ada jg yg ingin jd pohon kl bercerita kita dituntut berimajinasi sepenuhnya krn kita tidak menjadi peran di dalamnya. Kl pretend play kita mendalami peran tersebut dgn "berpura2" menjadi peran tertentu. Kita dapat simpulkan seperti ini ya. Bercerita dan mendongeng itu pasti ada pattern khusus yg diatur tema (jd ada pendahuluan-klimaks-antiklimaks), pemeran utamanya Ibu/pendongeng. Pretend play alur tema tertentu namun ceritanya bebas tidak terbatas dan dapat diakhiri kapan saja, hanya dibatasi fungsi peran dr yg dimainkan, pemeran utamanya anak.
T : “Anak usia 5tahun sebaiknya dipancing menceritakan, atau kita yang menceritakan? (Mba Lia)
J : “Tiap pulang sekolah aku pancing "abang senang ga sekolah?" setelah itu dia cerita sendiri pengalamannya hehehe... Untuk kasus saya yang memiliki anak usia 8 dan hampir 5 tahun. Saya justru selalu memancing anak untuk mendongeng. Ini juga cara jitu saya untuk kondisi disaat saya sedang tidak mood bercerita. Kayanya kalau 5thn ke atas yg udah banyak kosa kata dan biasanya banyak kejadian yg pengen di ceritakan. Enaknya di pancing bercerita dengan cara di ajak ngobrol santai. Bisa diceritakan juga mba tita caranya memancing anak untuk mendongeng? Apa dipancing bercerita kesehariannya. Wah lbh enak y mba,tinggal kita nanggepin dgn ekspresi sesuai yg di ceritain. Dan justru bagi saya yg terberat ketika kita harus mendengarkan. Dan mendengar yang kita anggap kurang tepat. Rasanya pengen segera "meluruskan". Emak-emak kan pengennya nyela The other of "peran emak" ya mba, jd polisi. Jd emang gatel kl ada yg ga beres dikit. Keduanya sama penting. Selain kita rutin mendongemg untuk anak-anak, beri pula mereka kesempatan untuk bercerita. Bisa kejadian sehari-hari atau bahkan cerita imajinasi mereka. Coba sesekali minta si kecil mendongeng dan kita yang mendengarkan ceritanya. Kita bisa menemukan hal yang istimewa dari cerita kita. Ingat ya buk, cobalah jadi pendengar yang baik. Hihihi. Taruh gadget kita dan tatap mata anak kita. Sepertinya untuk anak usia 5th dengan perkembangan psikologis yg sudah lebih baik lg dan kosa kata yg lebih banyak, kegiatan bercerita menjadi interaksi 2 arah dengan tema cerita lebih beragam dan banyak mengambil tema dr kegiatan sehari2 anak ya Bund. Bisa juga anak diberi kesempatan mendongeng sendiri. Peran Ibu disini sebagai pendengar yg baik dan mengapresiasinya. Pesannya mungkin : tahan diri jgn gatel mau membetulkan ini-itu ya Bund! Mgkn bisa dilakukan lain waktu. Memberi kesempatan anak juga bs menumbuhkan rasa percaya dirinya dan melatih empatinya.
T : “Apakah anak yg suka di bacakan atau d dongengi oleh orangtuanya kelak dia jg akan suka membaca?” (Herfika)
J : “Menurut saya dengan mendongeng, akan sejalan dengan tujuan untuk membuat anak cinta buku. Kenapa? Terutama kl kita mendongeng dengan membacakan cerita dari buku ya. Atau seperti yg kita bahas kemarin ttg "Read Aloud". Ketika anak sudah suka didongengi dengan buku, otomatis anak akan penasaran dengan isi tiap buku bahkan buku yg tidak ditujukan untuk dirinya sekalipun.
Saya lupa kmrn anak dr Mba siapa ya yg Buku Enid Blyton yg full tulisan saja membuat dia tertarik dan ingin dibacakan. Jadi mendongeng dengan konsisten insyaAllah akan menggiring anak menjadi pecinta buku atau gemar membaca. Baru bisa baca.biasanya manjat mulu.kebetulan anak saya 5 tahun laki laki.makasi sarannya. Ia anak saya sekarang justru suka cerita.bikin cerita sendiri. Kadang gatel juga pengen koreksi. Nah, Alhamdulillah visi misi yg disampaikan Mba Ade di awal diskusi ini pun salah satu tujuannya adalah menumbuhkan minat baca anak. Kalau pengalaman saya dari kecil suka di dongengi dan di bawakan buku bacaan oleh almh. mamah saya. Saya sampai skrng suka membaca dan menulis (untk sndiri). Bahkan buku bacaan anak saya skrng pun saya suka bacanya hehe. Jd insyaAllah memang dengan mendongen itu salah 1 cara mengajak anak suka membaca ya. Mendongeng, membaca dan menulis adalah hubungan yg bertimbal balik ya. Insyaallah dengan dibiasakan mendongeng anak menjadi gemar membaca, menulis dan juga bisa percaya diri untuk berbicara terutama berbicara di depan umum (melatih kepercayaan diri)
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Semoga dengan diskusi ini kita bs saling menginspirasi ya
terutama dalam hal dongeng mendongeng.
Semangat Mendongeng dengan Hati
❤
Semoga dengan diskusi ini kita bs saling menginspirasi ya
terutama dalam hal dongeng mendongeng.
Semangat Mendongeng dengan Hati
❤
Komentar
Posting Komentar