Teknik dan Metode Mendongeng

Resume Sharing Ibu Mendongeng Part 3
Kamis, 24 Agustus 2017
Kidung Ardha Marsela 



Assalamualaikum Ibu-ibu. Selamat petang para ibu pendongeng. Saya akan berbagi pengalaman mendongeng dengan Miyo, anak perempuan saya. Bercerita kepada Miyo adalah fase pembelajaran bagi saya untuk bertransisi dari seorang wanita yang bersosial dengan seumur menjadi masuk ke dunia anak. Saya tidak ada metode khusus dalam bercerita, hanya ada point-point yang saya ingat saat workshop mendongeng, yaitu: 


1. Intonasi dan Suara
Membedakan suara antar lakon saat kita berdongeng monolog.

2. Durasi Bercerita
Lakukan dongeng jangan terlalu lama agar fokus anak masih kepada kita. jika anak sudah berlari berarti kita dapat evaluasi cerita karena terlalu panjang.

3. Body Language
Posisi bercerita, mimik muka, tatapan mata, ekspresi mempengaruhi fokus anak terhadap kita. Saya sering teatrikal kepada anak. jika anak pura-pura memberikan minum.. saya akan menerima dengan ucapan terimakasih dan pura-pura kepanasan karena menurut Miyo dia membuatkan teh untuk saya (ini melatih empati kepada anak)

4. Pemilihan Kata
"Nakal" = tidak menurut, "galak" = tegas (bisa dicari di kamus Tesaurus atau KBBI).

5. Komunikasi 2 Arah
Ajak anak menebak apa kisah berikutnya atau saat buntu, kita bisa tanya ke anak kita akan bercerita tentang kambing dan (anak jawab kecoak) oke dari situ kita jelaakan ttg idul adha potong kambing dsb. 

Sebetulnya hampir sama dengan sharing dari ibu-ibu hebat sebelumnya, hanya saja saya jarang menyiapkan printilan untuk bantu mendongeng. Kadang saya spontan bercerita ketika membersamai anak. berapa lama? paling lama 3-5 menit diselingi lagu yang menarik. 

Seperti saat saya buka buku ikan, saya intro "Di Sebuah lautan yang luaaaaaaaassss ada seekor lumba-lumba berwarna abu-abu" lalu saya  bernyanyi "si lumba-lumba hup..hup... makan dulu.. hup..hup..." (siapa yang tahu lagu ini, ketahuan lahiran angkatan berapa?). 
atau lagu favorit Miyo sekarang "Mimi mimi, mi atas mi bawah, mi depan, mi belakang, mi 1,2,3.... bapak beli apa pak... beli lemari... kuncinya dimana pak.. ada di Budi..." cerita dengan lagu akan terekam oleh anak lebih lama. 

Miyo juga tipe anak yang kalau di dongeng harus ada riil barangnya. Misal di halo balita, ada tema jangan main listrik. Maka sambil bercerita saya infokan colokan listrik dirumah itu tidak boleh didekati sampai waktunya Miyo bisa memakainya. Ada juga cerita menabung, maka saya berikan celengan dan koin. 

Sering berselisih pendapat dengan suami/mertua saat mengasuh anak? saya menyiasati dengan berbagi peran pengasuhan dalam hal bercerita. Jika malam suami yang mendongeng dengan iringan gitar, atau bila sedang dengan mbahnya Miyo akan didongengi cerita rakyat dan tembang jawa dan nasehat adab serta norma-norma kebiasaan keluarga yang boleh dilakukan dan tidak dilakukan "Miyo, jangan memukul teman ya, di keluarga kita tidak ada yang memukul jika kita marah, Allah juga tidak suka kalau kita suka memukul" dsb. 

Jika weekend ada sendratari, orkes musik, atau teatrikal yang gratis saya suka mengajak Miyo dan suami untuk mampir ke TIM. ini salah satu cara menyegarkan pikiran untuk menambah ide.

Kuatkan tekad dan stay positive!


Percayalah, keterampilan mendongeng akan semakin terasah dengan jam terbang. Kita hanya perlu memulainya dengan hati yang bahagia, saat ini juga.


Note bgt nih: Masuklah kita ke dunia anak. Jangan paksa anak untuk masuk ke dunia dewasa sebelum waktunya.


SESI TANYA JAWAB

T : “Assalamualaikum mba kidung,salam kenal...suka deh sama nama mba dan anaknya. Mau bertanya dgn quote " jgn paksa anak ke dunia dewasa" kadang saya ini ga sabaran dan memaksa anak untuk mengerti mau saya...pun ketika sedang bercerita, di tengah2 anak suka cerita ngalor ngidul yg ga nyambung ma cerita (kadang) kalau udah kesal saya suka bilang "udah? Boleh y bunda lanjut cerita..aa kalau mau tanya nanti aja kalau bunda lagi jeda/berhenti baca' itu baik ga y? Ada tips kah menanggapi anak yg suka bgt berbicara?”
J : “Saya mau tanggapi bun.. idem kita ..saya juga suka gitu bun.. akhirnya saya nyerah. Biarkan dia bercerita dan kita yang menanggapi. Seru juga gantian cerita sama anak anak bun. Jadi memang seorang ibu stok sabar nya harus banyak dari stok beras heheh                        

T : “Miyo usia berapa mbaa? Anakku usia 17 bulan dia mulai tau buku yang disukai. Tapii kalau malam dia ga mau dibacain dongeng selalu saya disuruh diam ditepuk2 mulut saya.. bagaimana yaa mbaa? Untuk jgn terlalu cepat kedunia dewasa, ada cut off khusus ga mba yg diterapkan? Terima kasih
J : “Wah Mbak Fega. Usia berapa anaknya? Beruntung punya anak cerewet. kalau saya, malah saya tanggap anaknya. Hahaha... pernah saat ada acara saya ikut mendongeng lalu ada anak 6 tahun menyela terus. Maka dengan ekspresi terkaget-kaget saya bertanya kembali pertanyaannya atau pernyataannya. Ujung-ujungnya dia yang cerita. Usia 17 bulan sudah bisa pretend play atau bermain peran. malah bisa mendongeng dengan peran bersama anak mbak. 
saya mendongeng saat nyuci piring, potong kuku, makan. kalau tidur ya jarang mendongeng. malah belajar berdoa. Cut off anak dewasa sebelum waktunya ya? Kalau saya selalu bertanya ke Miyo. Miyo bisa isikan botol di dispenser? Miyo bisa. dan saya taruh dispenser setinggi Miyo. Miyo mau mengambil peran menyalakan dan mematikan lampu, oke saya fasilitasi kursi. biarkan dia memanjat. Miyo mau menyuci tangan, saya fasilitasi sabun di tempat yang ia bisa jangkau. Jika ada yang Miyo blm bisa lakukan seperti mulai starter motor saat bersama saya. maka saya alihkan miyo boleh tp di sepeda Miyo ya. Lebih ke pelatihan softskill sejak dini dan membatasi anak yang gak bisa maka Miyo akan tahu mana yang ia mampu mana yang belum mampu                        

T : “Artinya mba ini mendongeng ga mesti di waktu2 khusus y? Jd dilakukan dimanapun dan kapanpun, kyk lg cuci piring. Itu idenya drmn? Berarti khan hrs spontan y?”
J : “Wah disini moment melatih empati anak,  mbak Roza. tarik napas pas dan hembus perlahan saat anaknya berceloteh. Ini kitab saya dari buku adhitya mulya yang parenting. Iya. saya langganan Koran Tempo yang mottonya "media bertutur. "Oyaaa? supaya tidak bosan kita mau apa ya?" kalau menggambar ikan berwarna biru mau gak?" Miyo suka diceritakan saat proses lahir. Miyo waterbirth dan saya ceritakan Miyo waktu di perut, lahir, newborn. Lalu bilang Miyo jangan marah2 ibu kan capek. Nanti leher miyo juga sakit. Jadi kalo pas miyo tantrum saya alihkan ke cerita dia di perut gimana, atau bayi gimana. Jadi minimal ada gambaran pembeda dulu Miyo anteng disini, kok sekarang marah2 ya.

Buku anak, banyak kayak rabbithole, buku yang beli di bbw, saya sering beli buku yang di gramedia diskon 5000-10000. Biasanya akhir tahun. Lumayan untuk stok. Kalau ga hunting buku preloved murah hihi. Kalo saya sendiri buku parenting ya itu buku adhitya mulya, sering ikut seminar parenting dan komprod aja ama suami. Tapi wajib bagi saya untuk selalu pembaharuan kosakata. Maka saya melatih menulis juga. Saya ingin Miyo pintar bahasa ibu. Bahasa Indonesia, jadi agak membiasakan pakai bahasa baku "tidak mau, dinaikan, dinaiki" dll. Ohh yaa miyo sudah mulai memilih dongeng yg diceritain ga mak? Atau suka ganti tiap dongeng? Kenapa banyak anak pinter Bahasa Inggris? karena terbiasa belajar Bahasa Inggris secara formal.

T : “Nah soal bahasa,saat bercerita atau mendongeng baik ga ya di selipi atau malah saat baca buku yg biasa bahasa indonesia kita pake bahasa asing sesekali. Itu bakal nimbulin kebingungan berbahasa ga y?”
J : “Untuk usia dibawah 5 tahun sebaiknya konsisten. Misal dengan ayah Bahasa Inggris dengan ibu Bahasa Indonesia. Sudah mulai memilih tapi tidak kaku, karena saat mendongeng tidak saat moment yang ditentukan. Tapi saat situasi kapanpun, di mobil, saat menunggu sesuatu dll”
                        
T : “Dwibahasa berarti satu rumah y mom,gpp kah? *cuma nanya padahal ga jago bhs asing. Nah ini digunakan bersamaan, ayah konsisten english dan ibu indonesia begtu maksudnya mak?”
J : “Note, bagi2 tugas lagi. Soale kdg bingung kl mau bacain buku b. Inggris. Ya itu. konsisten saat dengan ayah bahasa inggris dengan ibu bahasa indonesia, jangan bahasa inggris juga dengan ibu. itu yang bikin bingung.

T : “Mbak kalau mendongeng dg menggunakan benda mati yg seolah bisa hidup ada pengaruh negatif ke anak tidak ya. Misalnya mencetitakan yg spt legenda terjadinya. Isinya hanya mitos dll gitu mbak?”
J : “Malin kundang ya? Batu malin kundang? Oh iya saya ada 1 contoh cerita. Patung Pancoran. Dia bentuknya aneh kan? itu saya ceritakan ke ponakan dan Miyo. Itu bentuknya begitu, itu Pak Soekarno yang peragakan. Menunjuk kemana? Ke Bandara Kemayoran. Uang bangunannya dengan jual mobil. Sayang Pak Karno tdk sempat melihat karena kuburu di asingkan dan meninggal. Mungkin maksudny cerita imaginatif x y, cerita yg terdapat moral value nya namun menggunakan benda yg sebenarnya ga bisa bicara/gerak.misal kisah binatang/bunga/batu dll. Kalau mahluk hidup masih saya pakai tapi kalau benda mati paling makanan. Nasi yang nangis kalau tdk dimakan.”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

"Pendongeng terbaik di dunia bagi seorang anak adalah ibunya sendiri"

Karena, siapa lagi yg paling sepenuh hati memberikan hatinya kepada anak selain ibunya sendiri.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kumpulan Soal Mengenai Pemakaian Huruf dan Penulisan Kata

Indahnya Berbagi Kebaikan bersama Bento Ramadan HokBen

Me Time