Kemampuan Menulis Karangan Narasi dengan Menggunakan Teknik Peta Pikiran (Mind Map) Siswa Kelas X

KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN NARASI
DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK PETA PIKIRAN (MIND MAP)
SISWA KELAS X


ABSTRAK

Penelitian ini dilatarbelakangi pada proses pembelajaran menulis karangan narasi yang dilakukan di kelas X belum menggunakan teknik pembelajaran yang bervariasi. Tanpa adanya variasi strategi pembelajaran dalam proses belajar mengajar, siswa akan merasa bosan, jenuh dan kurang memperhatikan pembelajaran. Kurangnya minat dan perhatian siswa akan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa, hal ini terlihat pada kemampuan menulis siswa masih berada di bawah KKM yang ditetapkan sekolah. Guru yang rofesional harus mampu menyajikan pembelajaran dengan berbagai cara. Salah satu yang dapat dilakukan yaitu dengan menggunakan teknik. Oleh sebab itu, dalam penelitian ini digunakan teknik pemetaan pikiran(mind map) agar menciptakan kondisi belajar yang menyenangkan dalam proses pembelajaran sehingga menyebabkan pelajaran lebih bermakna. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Jumlah populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMK yang berjumlah 30 orang (total sampling). Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes unjuk kerja. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini antara lain: (1) menentukan standar kompetensi dan kompetensi dasar pembelajaran, (2) menyusun perencanaan pembelajaran (3) menyusun rubrik penilaian, (4) menentukan langkah-langkah pembelajaran model mind map, (5) menyusun model-model penulisan paragraf narasi. Teknik analisis data yaitu, (1) mengidentifikasi data, (2) mengoreksi, (3) mengolah skor mentah, (4) mengkonversi nilai ke nilai standar, (5) interpretasi data. Berdasarkan analisis data penelitian kemampuan siswa kelas X SMK dalam menulis karangan narasi dengan menggunakan teknik mind map berada pada skor standar B dengan rata-rata nilai siswa adalah 89.50. nilai tertinggi 100 diperoleh oleh 8 orang siswa, nilai 93 diperoleh oleh 9 orang siswa, nilai 87 diperoleh oleh 7 orang siswa, nilai 80 diperoleh oleh 2 orang siswa, nilai 73 diperoleh oleh 3 orang siswa dan nilai 60 diperoleh oleh 1 orang siswa.

BAB  I
PENDAHULUAN

Berdasarkan pengamatan dan wawancara penulis dengan guru bidang studi Bahasa Indonesia Bapak Januar Effendy, S.Pd, ditemukan permasalahan sebagai berikut pertama, Teknik pembelajaran yang digunakan guru kurang bervariasi. Teknik yang sering digunakan guru dalam menulis narasi yaitu teknik ceramah. Kedua, dalam menulis karangan narasi siswa sering menyajikan kronologis cerita secara acak atau tidak berurutan, padahal karangan narasi merupakan tulisan yang memfokuskan peristiwa yang berurutan. Ketiga, Siswa masih kesulitan menceritakan pengalamannya dalam bentuk tertulis sehingga karangan yang dibuat tidak terdapat kesistimatisan antara paragraf yang satu dengan paragraf yang lain. keempat, kemampuan siswa dalam menulis karangan narasi masih rendah. Hal ini terlihat dari rata- rata siswa yang berada dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan sekolah yaitu 70, sedangkan rata-rata kemampuan menulis siswa hanya 65. Nilai rata-rata ini berada dibawah KKM yang ditentukan sekolah.
Berdasarkan deskripsi pembelajaran di atas diperlukan penyelesaian. Salah satunya adalah pemilihan teknik pembelajaran. Ada beberapa teknik pembelajaran yang dapat dipergunakan guru untuk memperbaiki pembelajaran menulis narasi, di antaranya dengan menggunakan teknik peta pikiran. Peta pikiran merupakan proses penulisan dan pencatatan yang menggabungkan teks dan gambar. Peta pikiran akan membantu seseorang dalam mengelola informasi serta menjadikan informasi lebih bertahan lama dalam ingatan. Peta pikiran berfungsi untuk menyusun informasi dan melancarkan aliran pikiran, sehingga siswa sangat terbantu dalam memahami konsep-konsep dan menyimpan informasi yang didapat dengan satu prasarana belajar.
Berdasarkan permasalahan tersebut penulis akan meneliti kemampuan menulis karangan narasi siswa kelas X dengan menggunakan peta pikiran. Alasan penulis memilih MA KM sebagai tempat penelitian karena dalam pembelajaran menulis narasi sekolah tersebut belum menggunakan teknik peta pikiran. Untuk itu peneliti perlu melakukan penelitian dengan menggunaan peta pikiran ini dalam sebuah penelitian dengan judul “Kemampuan Menulis Paragraf Narasi dengan Menggunakan Peta Pikiran Siswa Kelas X SMK.
Berdasarkan masalah yang diuraikan sebelumnya, berikut akan dijelaskan teori atau pendapat ahli yang berkaitan dengan penelitian ini. Teori atau pendapat ahli yang dikemukakan adalah sebagai berikut: (1) pengertian menulis, (2) jenis-jenis tulisan, (3) pengertian narasi, (4) ciri-ciri narasi (5) jenis-jenis narasi (6) peta pikiran (7) langkah-langkah membuat peta pikiran, (8) manfaat peta pikiran.

BAB  II
METODE PENELITIAN

Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Menurut Arikunto (2006:130), “Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian”. Sesuai dengan penelitian, maka populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMK 2013/2014. Jumlah siswa kelas X yang terdaftar adalah 30 orang. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes unjuk kerja yaitu menulis karangan narasi dengan memperhatikan ciri-cirinya yang meliputi adanya unsur perbuatan atau tindakan, kronologis waktu, menjawab pertanyaan apa, adanya konflik, menceritakan kehidupan seseorang yang penuh suka duka. Analisis data dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah seperti berikut.
1. Mengidentifikasi data-data penelitian yang telah terkumpul
2. Mengoreksi keabsahan data-data penelitian dan mencari persentasi nilai siswa berdasarkan indikator penilaian yang telah ditetapkan
3. Mentabulasi skor mentah atau nilai mentah siswa
4. Mengolah skor mentah menjadi nilai.
5. Menyusun skor dan nilai siswa per aspek
6. Mengubah/mengkonversi nilai dari skor mentah menjadi skor standar pada norma absolut skala lima.
7. Melakukan analisis data berdasarkan skor standar yang diperoleh siswa.
8. Menginterpretasikan data-data penelitian dan menyimpulkan perolehannya.

BAB  III
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Penelitian ini menguraikan tentang kemampuan menulis karangan narasi berdasarkan (1) unsur perbuatan atau tindakan, (2) kronologis waktu, (3) unsur pertanyaan apa, (4) konflik, (5) unsur suka dan duka. Karangan narasi yang ditulis harus lengkap ciri-cirinya. Kemampuan menulis karangan narasi dengan menggunakan peta pikiran siswa kelas X MA KM ditinjau dari aspek adanya unsur perbuatan atau tindakan 30 orang memperoleh nilai 100. Kemampuan menulis karangan narasi dengan menggunakan peta pikiran siswa kelas X MA KM ditinjau dari aspek adanya kronologis waktu yaitu 15 orang memperoleh nilai 100, 12 orang memperoleh nilai 67. Tiga orang memperoleh nilai 33.
Kemampuan menulis karangan narasi dengan menggunakan peta pikiran siswa kelas X MA KM ditinjau dari aspek adanya unsur pertanyaan apa 30 orang memperoleh nilai 100. Kemampuan menulis karangan narasi dengan menggunakan peta pikiran siswa kelas X MA KM ditinjau dari aspek adanya konflik yaitu 21 orang memperoleh nilai 100. Sembilan orang memperoleh nilai 33.
Kemampuan menulis karangan narasi dengan menggunakan peta pikiran siswa kelas X MA KM ditinjau dari aspek adanya unsur suka duka yaitu 23 orang memperoleh nilai 100. Dua orang memperoleh nilai 67. Lima orang memperoleh nilai 33. Berdasarkan deskripsi data, analisis data, dan pembahasan mengenai menulis karangan narasi dengan menggunakan peta pikiran siswa kelas X MA KM Muhammadiyah Padangpanjang dapat diambil kesimpulan yaitu:
1. Kemampuan menulis karangan narasi dengan menggunakan peta pikiran siswa kelas X MA KM Muhammadiyah berada skor standar B dengan nilai rata-rata 89.50
2. Teknik Peta pikiran memberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk mengembangkan konsep yang dipikirkan sehingga memudahkan pemahaman terhadap pembelajaran menulis narasi.

BAB  IV
SIMPULAN

Berdasarkan deskripsi data, analisis data, dan pembahasan mengenai menulis karangan narasi dengan menggunakan peta pikiran siswa kelas X MA KM Muhammadiyah Padangpanjang dapat diambil kesimpulan yaitu:
3. Kemampuan menulis karangan narasi dengan menggunakan peta pikiran siswa kelas X MA KM Muhammadiyah berada skor standar B dengan nilai rata-rata 89.50
4. Teknik Peta pikiran memberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk mengembangkan konsep yang dipikirkan sehingga memudahkan pemahaman terhadap pembelajaran menulis narasi.

BAB  V
Saran

Berdasarkan simpulan penelitian di atas, penelitian ini menyarankan dua hal berikut.
1. Guru Bahasa Indonesia, khususnya MA KM agar meningkatkan keterampilan menulis siswa, guna meningkatkan mutu pembelajaran Bahasa Indonesia.
2. Seluruh guru bidang studi lainnya, tidak ada salahnya menggunakan teknik peta pikiran.

DAFTAR PUSTAKA

Abdurahman dan Elya Ratna. 2003. “Evaluasi Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia (Buku Ajar)”. Padang: FBSS UNP.
Akhadiah. 2001. Menulis I. Universitas Terbuka.
Arifin, Zainal. 2011. Evaluasi Pembelajaran: Prinsip, Teknik, Prosedur. Bandung: Rosdakarya.
Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek Edisi Revisi V. Jakarta : Rineka Cipta.
Atmazaki. 2006.Kiat-Kiat Mengarang dan Menyunting. Padang: Citra Budaya
Buzan, Tony. 2006. Buku Pintar Mind Map. Jakarta: PT Gramedia.
DePorter, Bobbi. 2008. Quantum Learning. Bandung : PT Mizan Pustaka
Finoza, Lamuddin. 2002. Komposisi Bahasa Indonesia. Jakarta: Diksi Insan Mulia.
Giang, The Ling. 2002. Terampil Mengarang. Yogyakarta: Andi Yogyakarta.
Keraf, Gorrys. 1994. Komposisi Sebuah Pengantar Kemahiran Bahasa. Jakarta: Nusa Indah.
_____. 2010. Argumentasi dan Narasi. Jakarta: PT Gramedia.
Margono. 2007. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Nobel Edumedia.
Muhammadi. 2012. Mozaik Pembelajaran Inovatif. Padang: Sukabina Press.
Purwanto, M Ngalim. 2008. Prinsip Prinsip Evaluasi Pengajaran. Bandung: Rosda Karya.
Ruslijanto, Hartono. 2000. Metode Penulisan dan Penyajian Karya Ilmiah. Jakarta: PTGrasindo.
Semi, M. Atar. 2007. Dasar-Dasar Keterampilan Menulis. Padang: Angkasa Raya.
_____.2003. Menulis Efektif. Padang: Angkasa Raya.
Silberman, Melvin. L.2006. Active Learning. Bandung : Nusamedia
Suparno dan Yunus, Mohammad. 2007. Keterampilan Dasar Menulis. Jakarta : Universitas Terbuka
Tarigan, Hendry Guntur. 2008. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.






















Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kumpulan Soal Mengenai Pemakaian Huruf dan Penulisan Kata

Indahnya Berbagi Kebaikan bersama Bento Ramadan HokBen

Me Time