Puisi Berantai



Sepi
Tapi tidak sendiri
Lalu mengapa sunyi bernyanyi?
Entahlah, hanya berkawan desir pasir
di padang tandus
Dan gemericik hujan diluar jendela


Rindu...
Rindu tak melulu selalu beradu
dengan temu
Tetapi rindu tanpa temu adalah rindu
yang tak pernah berujung



Ah... andaikan waktu itu bertemu..
tanpa ujung..



kutanya detik,
tapi ia menolak tahu...
katanya
"Rindu tak selalu indah kala terlampiaskan"

Kutanya bintang, ia berbisik:
Jangan rindu.

Rindu itu tinggi
Jika tak memiliki sayap yang kuat,
Kau tiada akan kuasa untuk melampauinya

Kamu tahu?
Rindu itu indah ketika menjadi misteri...
Desirannya tersimpan dihati
Menunggu menjadi abadi

Rindu yang tidak bisa terlukiskan
dengan kata
Rindu yang amat dalam

Rindu yang amat jauh
Seperti jarak antara raga dan kamu
Pada ratusan purnama berlalu
Dan puluhan musim berganti

Ku ambil pena
Dan ku lukis rindu menjadi sebuah syair
Syair berisi kerinduan

Lalu ada secercah harapan
Akankah pertemuan itu terulang?

Pertemuan yang membuat matamu
dan mataku
Menemukan makna dan rasa

Tetapi aku tahu
Jika itu terjadi, semua sudah terlambat
Karena hujan sudah mulai reda
Dan aku lelah menunggu

Biarlah tetap menjadi sebuah kerinduan
Yg selalu menggelitik dalam hati

Nampaknya memang telah ditakdirkan,,
bahwa aku lah Sang Perawat Rindu

Merawat rindu hingga mata ini tertutup
dan tak bisa lagi untuk merindu

Agar hanya Dia Sang Pemilik hati
dan aku yang tau

Bahwa rindu ini membuatku menguntai doa
Agar pertemuan nan indah ada diakhir cerita

Rindu yang tak biasa ku hantarkan pada-Nya
Mengiringi ruku' dan sujudku
Akankah kerinduanku Dia terima?
Aku selalu bertanya dalam sendiriku

#rulisiipbgr#puisikeroyokan#produktif


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kumpulan Soal Mengenai Pemakaian Huruf dan Penulisan Kata

Indahnya Berbagi Kebaikan bersama Bento Ramadan HokBen

Me Time