Ceritaku Selama 10 Hari (15-24 Januari 2018)
Assalamualaikum....
Salah satu resolusiku di tahun baru ini adalah "konsisten" dan "komitmen" dalam merangkai kalimat. Semoga niat dan tekad yang tulus ini dapat menciptakan tulisan yang bermanfaat setiap hari.
Salah satu resolusiku di tahun baru ini adalah "konsisten" dan "komitmen" dalam merangkai kalimat. Semoga niat dan tekad yang tulus ini dapat menciptakan tulisan yang bermanfaat setiap hari.
Aku
lanjutkan dari tanggal 15 Januari sampai 24 Januari 2018 ya. Bismillah.....
==========================================
Day 15, kali kedua bergulat dengan tema.
Senyum manis dulu. Rasanya tak mampu mengapresiasi diri, terkadang menilai tak
se-objektif mengenal.
Baiklah. Bagaimana jika Sang Pencipta tidak menghendaki lagi? Ia sibukkan dengan urusan dunia, urusan anak-anak, urusan karir, dan urusan menjalankan perniagaan?
Alangkah merugi sebab semua akan ditinggalkan, jelas tidak
dibawa mati. Tujuan kita diciptakan adalah untuk beramal, beribadah, dan
menyembah kepada Allah.
Mungkin kita cemburu apabila melihat orang lain lebih dari kita
dari segi gaji, pangkat, harta, jabatan, rumah besar, atau mobil mewah. Mengapa
kita tidak pernah cemburu melihat ilmu agama orang lain dalam ketaatan?
Apakah pernah cemburu melihat mereka lebih banyak amalannya?
Tidak kah cemburu melihat orang lain qiyammul lail dan bermunajat kepada Allah.
Jarang kita cemburu melihat mereka khatam AlQuran. Jarang cemburu melihat
mualaf yang paham isi AlQuran. Jarang cemburu melihat mereka menegakkan akidah
dan jihad di jalan Allah.
Sungguh, panggilan Illahi semakin dekat. Patut bermuhasabah.
Perjalanan pun sangat jauh, tidak kembali untuk selama-lamanya. Bahkan diri ini
tak mampu menjalani sendirian.
Hidup di dunia menentukan kehidupan yang kekal nanti. Tambahlah
bekal dengan iman, ibadah, dan amal baik. Mudah-mudahan hidup kita selamat
di dunia dan akhirat. Selalu bermanfaat untuk umat. Semoga Allah meridhoi dan
memasukkan kita ke dalam syurgaNya. (Aamiin...).
Love
Saya, yg masih harus banyak belajar.
Saya, yg masih harus banyak belajar.
==========================================
Day 16, review. Bagaimana rasanya?
Menyenangkaaannn.... Nggak terasa sudah setengah bulan di Januari ini. Awal yang baik. Yuk, saatnya review agar dapat direfleksikan (duh, pijet kali ah). Cekidot...
Menyenangkaaannn.... Nggak terasa sudah setengah bulan di Januari ini. Awal yang baik. Yuk, saatnya review agar dapat direfleksikan (duh, pijet kali ah). Cekidot...
Hari ke:
1. Awal tahun nostalgia bersama puisi lamaku, "ikhlas".
2. Jemu menunggu steak KW yang mewah di lidah. No problemo, ada ludo pengisi kekosongan perut sebelum menu tiba.
3. Es krim waffle, si penawar rindu.
4. Rumah Sakit VS Hotel.
5. Aktivitas "pelakon tulang punggung" yang super sibuk di pagi hari.
6. Ekspektasi, Kenyataan, dan Me Time.
7. Sambal Gandaria.
8. Sahabat Taat, Sahabat Sesurga.
9. Salad, Made in Indonesia.
10. Kena deh?!
11. Hartaku di Harian.
12. Cerita Kota, Cerita Kita.
13. Bisbul, si buah langka.
14. Kalender Darurat.
15. A letter to my self.
1. Awal tahun nostalgia bersama puisi lamaku, "ikhlas".
2. Jemu menunggu steak KW yang mewah di lidah. No problemo, ada ludo pengisi kekosongan perut sebelum menu tiba.
3. Es krim waffle, si penawar rindu.
4. Rumah Sakit VS Hotel.
5. Aktivitas "pelakon tulang punggung" yang super sibuk di pagi hari.
6. Ekspektasi, Kenyataan, dan Me Time.
7. Sambal Gandaria.
8. Sahabat Taat, Sahabat Sesurga.
9. Salad, Made in Indonesia.
10. Kena deh?!
11. Hartaku di Harian.
12. Cerita Kota, Cerita Kita.
13. Bisbul, si buah langka.
14. Kalender Darurat.
15. A letter to my self.
Yeeaay, oh my Allah. Ahamdulillah terima kasih walau
"agak" ngos-ngosan. Karena dibalik bermedsos ada perjuangan yang
amazing. Thank's supportnya my love, sudah ngizinin berpassion. Dan... thank's
too untuk warga di sini, sudah bersedia terganggu dengan spam-spam 🙏 kalian
"warrr biasyah". Ambil manfaatnya semoga menjadi jariyah. Mohon maaf
jika kurang berkenan, lewati aja nggak perlu dibaca (tapi jangan unfollow ya 😆 haha).
Next, bismillah, lanjutkan,
semangat, ganbatte...
semangat, ganbatte...
==========================================
Day 17, alhamdulillah cuaca terik tapi sedikit mendung. Tak apa,
semangatku masih berkobar disela-sela mengawas 😎 hihi...
Picture yang sungguh kebetulan, balon sederhana berwarna merah pas dengan icon.
Perlambang keberanian nan seksi (aw...).
Bicara tentang balon, jadi teringat sahabat saya yang tengah
menghadiri seminar. Acara dihadiri sekitar 50 peserta. Tiba-tiba sang motivator
berhenti menyampaikan materi, lalu mulai memberi balon kepada tiap peserta.
Para peserta diminta menulis namanya pada balon menggunakan
spidol. Balon-balon tersebut dikumpulkan dan dimasukkan ke ruangan lain.
Kemudian, semua peserta masuk ke ruangan penuh balon. Lalu diminta menemukan
namanya.
Waktu yang diberikan hanya 5 menit.
Semua orang panik mencari nama mereka.
Bertabrakan satu sama lain, mendorong dan berebut dengan orang
di sekitarnya. Sehingga terjadi kekacauan.
Waktu 5 menit usai, tetapi tidak seorangpun dapat menemukan
balon dengan nama masing-masing.
Motivator meminta mereka mengambil sembarang balon dengan acak.
Lalu memberikan kepada orang yang namanya tertera di balon itu. Beberapa menit
kemudian, semua peserta telah memegang balon dengan nama mereka sendiri.
Akhirnya sang motivator berkata,
“Kejadian yang baru saja terjadi ini mirip dan sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Semua orang sibuk mencari kebahagiaan untuk diri sendiri. Tidak peduli dengan orang lain. Sama ketika mencari balon dengan namanya sendiri, ternyata banyak yang gagal. Mereka baru berhasil ketika memberikan balon kepada pemiliknya. Caranya dengan tolong-menolong, peduli dengan orang lain, dan tidak egois".
“Kejadian yang baru saja terjadi ini mirip dan sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Semua orang sibuk mencari kebahagiaan untuk diri sendiri. Tidak peduli dengan orang lain. Sama ketika mencari balon dengan namanya sendiri, ternyata banyak yang gagal. Mereka baru berhasil ketika memberikan balon kepada pemiliknya. Caranya dengan tolong-menolong, peduli dengan orang lain, dan tidak egois".
Sejatinya memberikan kebahagiaan kepada orang lain secara ikhlas
itu merupakan balasan kebahagiaan kita sendiri.
==========================================
Day 18, binatang apa itu?
Mirip semut, tapi bukan semut. Mari, kutunjukkan teknik zoom hingga mikro se mikro-mikronya. Anggap semut berukuran mini. Berjalan super cepat melewati kami kala itu.
Tentang semut kisah teladan penuh hikmah.
Mirip semut, tapi bukan semut. Mari, kutunjukkan teknik zoom hingga mikro se mikro-mikronya. Anggap semut berukuran mini. Berjalan super cepat melewati kami kala itu.
Tentang semut kisah teladan penuh hikmah.
Ketika usai menunaikan sholat, Rasulullah SAW menceritakan suatu
kisah kepada para sahabat.
”Aku ingin menceritakan suatu kisah perihal rejeki kepada
kalian. Kisah ini diceritakan oleh malaikat Jibril kepadaku. Bolehkah aku
meneruskan kisah ini kepada kalian?”
Rasulullah SAW memulai kisahnya.
”Suatu ketika Nabi sulaiman a.s. melakukan sholat di tepi pantai. Usai sholat, beliau melihat ada seekor semut sedang berjalan di atas air sambil membawa daun hijau. Beliau yang mengerti bahasa binatang mendengar si semut memanggil-manggil si katak. Tak berapa lama kemudian, seekor katak muncul. Ada apa gerangan dengan si katak itu sehingga si semut terus-menerus memanggilnya? Nabi Sulaiman menyaksikan begitu si katak muncul, katak itu langsung menggendong semut masuk ke dalam air menuju dasar laut.
”Suatu ketika Nabi sulaiman a.s. melakukan sholat di tepi pantai. Usai sholat, beliau melihat ada seekor semut sedang berjalan di atas air sambil membawa daun hijau. Beliau yang mengerti bahasa binatang mendengar si semut memanggil-manggil si katak. Tak berapa lama kemudian, seekor katak muncul. Ada apa gerangan dengan si katak itu sehingga si semut terus-menerus memanggilnya? Nabi Sulaiman menyaksikan begitu si katak muncul, katak itu langsung menggendong semut masuk ke dalam air menuju dasar laut.
Ada apa di dasar laut?
Semut menceritakan kepada Nabi Sulaiman a.s. bahwa di sana berdiam seekor ulat. Sang ulat menggantungkan rejekinya kepada si semut.
Semut menceritakan kepada Nabi Sulaiman a.s. bahwa di sana berdiam seekor ulat. Sang ulat menggantungkan rejekinya kepada si semut.
”Sehari dua kali aku diantar oleh malaikat ke dasar laut untuk
memberi makanan kepada ulat itu“. Demikian si semut memberikan penjelasannya
kepada Nabi Sulaiman a.s.".
Siapakah malaikat itu, hai semut?” tanya Nabi Sulaiman kepada
semut dengan penuh selidik. "Si katak sendiri. Malaikat menjelmakan
dirinya menjadi katak yang kemudian mengantarkan aku menuju dasar laut".
Setiap selesai menerima kiriman daun hijau dan melahapnya, si
ulat tak lupa memanjatkan rasa syukur kepada Allah SWT. "Maha Besar Allah
yang menakdirkan aku hidup di dasar laut“.
Dalam mengakhiri cerita itu, Rasulullah SAW memberi
pandangannya.
"Jika ulat saja yang hidup di dasar laut, Allah SWT masih
tetap memberinya makanan. Maka, apakah Allah SWT tega menelantarkan umat
Muhammad soal rejeki dan rahmat-Nya?”
==========================================
Day 19, semangat berjuang.
Dapat ruang ujian berisi full jejaka itu rasanya? Deg-degan sih nggak, tapi lebih ke W-O-W berasa cantik sendiri (lebay ah).
Dapat ruang ujian berisi full jejaka itu rasanya? Deg-degan sih nggak, tapi lebih ke W-O-W berasa cantik sendiri (lebay ah).
FLASHBACK dulu ya.
Bukan kali pertama dapat class berisi cowok semua. Kebetulan waktu itu saya bertugas di STM (hehe). mayoritas full jejaka tapi berakhlak baik. Sensasi top, susah dideskripsikan kalau belum terjun ke lapangan. Pokoknya the best. Mulai dari menggoda cewek, yang melintas dibalik jendela. Cie2an, prikitiew2an (tapi bukan macam-macam loh). Belajar fokus, modus, baper, slek, sampai curhat (hadeuh...).
Bukan kali pertama dapat class berisi cowok semua. Kebetulan waktu itu saya bertugas di STM (hehe). mayoritas full jejaka tapi berakhlak baik. Sensasi top, susah dideskripsikan kalau belum terjun ke lapangan. Pokoknya the best. Mulai dari menggoda cewek, yang melintas dibalik jendela. Cie2an, prikitiew2an (tapi bukan macam-macam loh). Belajar fokus, modus, baper, slek, sampai curhat (hadeuh...).
Sangat jauh seperti pemberitaan viral tentang tawuran lah,
bullying lah, geng nggak jelas, atau menjurus ke arah kriminal. Ya Allah,
mungkin itu STM lain. Sungguh mengerikan (naudzubillah).
Alhamdulillah semua baik dan terkendali. Walau mayoritas cowok,
prestasinya layak bersaing, dan selalu ada cerita lucu dibalik usia labilnya
(hihi). Apalagi dulu sempat disangka kakak-adik sama @zaresmelia (haha,
kenangan indah ya Bu). Surat cinta, saran, dan kritik masih tersimpan rapi.
Back to... REALITY.
Paras berbeda, bukan labil tapi sudah idealis. Bahkan saya jadi "keki" ketika berhadapan dengan bapak beruban yang duduk di barisan ketiga.
Paras berbeda, bukan labil tapi sudah idealis. Bahkan saya jadi "keki" ketika berhadapan dengan bapak beruban yang duduk di barisan ketiga.
"Maaf Pak, bukan maksud hati. Saya hanya berlakon saja.
Dunia adalah panggung sandiwara. Setelah 90 menit, semua akan normal kembali.
Saya akan menghormati seperti usiamu yang telah sepuh." Ujar saya dalam
hati.
Hidup adalah perjuangan.
Berjuang untuk sukses. Berjuang mendapatkan nilai terbaik. Berjuang memeroleh ilmu bermanfaat. Berjuang menjadi sholeh atau sholehah. Berjuang untuk hidup rukun dan bahagia di dunia dan akhirat. Berjuang, berjuang, dan berjuang. Kalau sudah berhenti berjuang. Maka bagaikan mayat hidup, bernapas tapi tak berdaya.
Berjuang untuk sukses. Berjuang mendapatkan nilai terbaik. Berjuang memeroleh ilmu bermanfaat. Berjuang menjadi sholeh atau sholehah. Berjuang untuk hidup rukun dan bahagia di dunia dan akhirat. Berjuang, berjuang, dan berjuang. Kalau sudah berhenti berjuang. Maka bagaikan mayat hidup, bernapas tapi tak berdaya.
"Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah
selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang
lain." (QS. Al-insyirah: 5-7)
==========================================
Day 20, love.
Lelah efek mondar-mandir (padahal lahannya nggak terlalu luas). Eh bukan! Efek jadi rider, cukup membuat kaki dan pantat pegal sampai Puncak. Menyenangkan... simple.
Lelah efek mondar-mandir (padahal lahannya nggak terlalu luas). Eh bukan! Efek jadi rider, cukup membuat kaki dan pantat pegal sampai Puncak. Menyenangkan... simple.
Suka dengan atmosfirnya, taman, angin, sejuk, cerah, kuda,
kelinci, domba, kwetiau nasi goreng, limun, rumah permen, jembatan, kayu
kering, pohon tua, bekal, air mancur, memanah, cokelat, strawberry, susu dan
kamu.
==========================================
Day 21, mimikri.
Minggu pagi ini aku bangun di sudut ruangan bercahaya biru. Oh tidak! Semuanya biru. Ruangan, perkakas, pakaian, jilbab, dan tubuhku juga. Mungkinkah darahku berubah biru? Hmmm... berdarah biru. Ah, bisa jadi. Ya, bisa jadi salah besar 😆
Minggu pagi ini aku bangun di sudut ruangan bercahaya biru. Oh tidak! Semuanya biru. Ruangan, perkakas, pakaian, jilbab, dan tubuhku juga. Mungkinkah darahku berubah biru? Hmmm... berdarah biru. Ah, bisa jadi. Ya, bisa jadi salah besar 😆
Tampaknya tanda-tanda bermimikri sedang berlangsung. Insting pun
tajam. Tapi keahlian itu pudar jika aku memeluk tiang listrik.
What?! Tiang listrik? Ya, pasti perubahan mimikri akan hilang
dengan memeluknya. Siapa sangka, setelah memeluk tiang listrik akan berubah.
Warna biru perlahan luntur menjadi putih. Betapa cantik, kan? Tak perlu pemoles
wajah atau pemutih badan. Tenang saja. Semua sukses berubah warna, asalkan
diiringi musik dangdut.
\
???????
Postingan apa iniiiiiiii? Nggak jelas maaf ya spam.
???????
Postingan apa iniiiiiiii? Nggak jelas maaf ya spam.
==========================================
Day 22, ASIK vs ASI
Alhamdulillah, hujannya awet sejak subuh tadi. Tapi nggak ada alasan untuk bolos beraktivitas. Senangnya disuguhkan pemandangan mengesankan. Dua anak sarapan, sang ibu menemani dengan sabar. Lihat matamu, Bu. Awal terjaga, dan mulai terpejam.
Alhamdulillah, hujannya awet sejak subuh tadi. Tapi nggak ada alasan untuk bolos beraktivitas. Senangnya disuguhkan pemandangan mengesankan. Dua anak sarapan, sang ibu menemani dengan sabar. Lihat matamu, Bu. Awal terjaga, dan mulai terpejam.
Halo... ibu kucing. Semangat berjuang memberikan ASIK eksklusif
ya. Kok asik??? Iya, Air Susu Ibu Kucing. ASIK kan? Hehe...
Bicara Air Susu, manusia bergender perempuan pun memiliki.
Namanya Air Susu Ibu alias ASI.
ASI adalah ungkapan kasih sayang Allah sekaligus anugerah luar
biasa terhadap setiap bayi yang lahir ke muka bumi. Di dalam Surat Cintanya,
bertebaran ayat-ayat tentang ASI. Antara lain:
“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun
penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah
memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak
dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu
menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan
warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua
tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas
keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada
dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah
kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu
kerjakan” (Al-Baqarah [2]: 233).
Subhanallah, pelajaran yg sangat berharga. Betapa mungkin kita
lupa, bahwa menyusui hendaklah diniatkan ibadah, bukan sekedar insting. Ini
merupakan bentuk investasi kita di dunia dan akhirat. Semoga anak kita menjadi
anak yang bersyukur pada Rabb-nya dan orang tuanya.
”Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua
orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang
bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan
kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (Q.S. Luqman: 14).
==========================================
Day 23, pohon tua.
Suatu ketika, sebatang pohon rindang menjadi tempat hidup beberapa burung. Mereka bergantung hidup membuat sarang, lubang, dan mengerami telur di dalam pohon.
Suatu ketika, sebatang pohon rindang menjadi tempat hidup beberapa burung. Mereka bergantung hidup membuat sarang, lubang, dan mengerami telur di dalam pohon.
Pohon senang karena mendapat teman. Manusia bersyukur atas
keberadaan pohon tersebut. Mereka kerap singgah duduk berteduh dan membuka
bekal makanan.
Waktu terus berjalan. Sang pohon sakit-sakitan. Daun mulai
kekuningan, ranting berjatuhan. Tubuhnya kurus dan pucat. Tak ada kegagahan.
Burung enggan bersarang di sana. Manusia tidak ingin mendekati dan singgah
berteduh.
Sang pohon sedih. "Ya Allah, mengapa begitu berat ujian
yang Kau berikan padaku? Aku ingin teman, tak ada lagi yang mendekatiku.
Mengapa Kau ambil semua kemuliaan yang pernah aku miliki?" begitu ratap
sang pohon, hingga terdengar ke seluruh hutan.
"Mengapa tak Kau tumbangkan saja tubuhku, agar aku tak
perlu merasakan siksaan ini?" Sang pohon terus menangis, membasahi
tubuhnya yang kering.
Musim telah berganti, keadaan tidak berubah. Sang pohon tetap
kesepian. Batangnya semakin kering. Ratap dan tangis terdengar setiap malam.
"Cittt... cericirit... cittt"
"Ah suara apa itu?"
Ternyata, seekor anak burung menetas.
Sang pohon terhenyak dalam lamunannya.
Ternyata, seekor anak burung menetas.
Sang pohon terhenyak dalam lamunannya.
"Cittt... cericirit... cittt",
Satu...
Dua...
Tiga...
dan, empat anak burung lahir ke dunia.
Satu...
Dua...
Tiga...
dan, empat anak burung lahir ke dunia.
"Ah, doaku di jawab-Nya," begitu seru sang pohon.
Keesokan hari, burung beterbangan ke arah pohon. Mereka, membuat
sarang-sarang baru. Ternyata batang kayu yang kering, mengundang burung jenis
tertentu tertarik bersarang di sana. Burung merasa lebih hangat berada di dalam
batang yang kering, ketimbang sebelumnya. Jumlahnya lebih banyak.
Sang pohon kembali bergembira. Ketika melihat ke bawah, hatinya
kembali membuncah. Ada sebatang tunas baru yang muncul di dekat akarnya. Sang
Tunas tampak tersenyum. Air mata sang pohon tua pun mengalir, membuahkan bibit
baru yang akan melanjutkan pengabdiannya pada alam.
Hikmah.
Saat Allah memberikan cobaan, sesungguhnya Allah sedang MENUNDA. Allah tidak memilih menumbangkan. Tapi Allah sedang menguji kesabaran.
Saat Allah memberikan cobaan, sesungguhnya Allah sedang MENUNDA. Allah tidak memilih menumbangkan. Tapi Allah sedang menguji kesabaran.
==========================================
Day 24, hoaks.
Oke, hari ini topiknya tentang hoaks.
Tapi maaf, saya tidak berminat. Untuk apa membahas kebohongan? Hidup lurus-lurus dan jujur-jujur saja lah. Kadang orang yg suka kita, tidak butuh itu. Dan orang yg benci kita, tidak percaya itu. Jauh-jauh deh dengan hoaks karena hanya menambah dosa.
Duh, kalau ngomong dosa jadi ingin lebaran. Loh kenapa? Mau bilang minal aidzin walfaidzin. (hadeuh, nggak perlu nunggu lebaran). Mohon maaf lahir batin ya, saya hanya manusia biasa yang tak luput dari dosa. Semoga Allah memaafkan kita semua. Amin.
Oke, hari ini topiknya tentang hoaks.
Tapi maaf, saya tidak berminat. Untuk apa membahas kebohongan? Hidup lurus-lurus dan jujur-jujur saja lah. Kadang orang yg suka kita, tidak butuh itu. Dan orang yg benci kita, tidak percaya itu. Jauh-jauh deh dengan hoaks karena hanya menambah dosa.
Duh, kalau ngomong dosa jadi ingin lebaran. Loh kenapa? Mau bilang minal aidzin walfaidzin. (hadeuh, nggak perlu nunggu lebaran). Mohon maaf lahir batin ya, saya hanya manusia biasa yang tak luput dari dosa. Semoga Allah memaafkan kita semua. Amin.
So... maaf melanggar tema hari ini saya
hanya ingin berbagi info tentang "hoaks" tapi isinya tidak
"hoaks". Jadi, ini hoaks yang real. Artinya hoaks yang beritanya
benar, jujur, dan tidak bohong. Nah, bingung bingung deh tuh.
HOAKS
Penggunaan kata "hoax" kini sudah dapat digunakan dalam bahasa Indonesia. Ejaan "hoaks" dengan "ks" di belakang sebagai bentuk kata serapan dari bahasa asing "hoax". Kata tersebut belakangan ini kerap ramai digunakan, terutama di ranah media sosial.
Penggunaan kata "hoax" kini sudah dapat digunakan dalam bahasa Indonesia. Ejaan "hoaks" dengan "ks" di belakang sebagai bentuk kata serapan dari bahasa asing "hoax". Kata tersebut belakangan ini kerap ramai digunakan, terutama di ranah media sosial.
Kata "hoaks" sudah terdaftar di dalam KBBI edisi V.
Padanan istilah asing "hoax" ke bahasa Indonesia hanya mengganti
huruf 'x' menjadi 'ks', dengan mempertahankan ejaan berdasarkan bunyi
pengucapannya.
Kata hoaks dalam KBBI dikategorikan sebagai ajektiva dan nomina.
Sebagai ajektiva, kata hoaks berarti tidak benar; bohong. Dalam penulisannya
sebagai frasa, "hoaks" ini menggunakan kata yang diterangkan terlebih
dahulu, misalnya menjadi "berita hoaks". Namun, hoaks juga bisa
berdiri sendiri sebagai nomina dengan arti "berita bohong".
Salam dari cuaca mendung hari ini, ditemani 3 kelompok pencari
jati diri, susu sereal cokelat, dan camilan pempek (kurang nasi nih) hehe.
==========================================
Semoga Bermanfaat... Silakan menikmati... Dilarang Plagiat!
Komentar
Posting Komentar