Menulis untuk Pemula
Assalamualaikum wr. wb
Kepenulisan untuk Pemula
Ahad, 4 Maret 2018
By : Devi
Dear teman2ku,
Satu pertanyaan yg selalu mengusik hati adalah apa sebenarnya yg melatarbelakangi kita menulis? Tentu kompak menjawab,
- karena tidak punya ide
- tidak punya waktu
- tidak mood
- bingung
- mentok
- dll
“Apa sih yg membuat kita mentok?”
"Apakah sekarang sudah mentok?"
Pasti jawabannya, "Belum, bahkan untuk memulai saja sudah mentok. Jadi bagaimana cara untuk mengantisipasi jika mentok nanti?"
Kuncinya hanya satu.Jangan Banyak Beralasan!
Indonesia punya fenomena yg membanggakan. Contohnya Salsa anaknya Asma Nadia. Ia sudah menerbitkan buku pertamanya di usia 8 tahun, kemudian Adam sang adik pun menerbitkan buku di usia 9 tahun.
Apakah masih santai dengan belum memiliki buku karya sendiri?
Lihat fenomena lain, anak Indonesia yg telah memiliki buku. Bahkan ada yg masuk kategori termuda karena berusia masih 5 tahun. Asma Nadia pernah bertemu komunitas di berbagai negara dan ternyata belum terjadi. Inilah kekayaan Indonesia.
Pasti penasaran kan, berapa sih royalti untuk penulis kategori anak2 ?
Hihi... pertanyaannya remeh banget ya, mentang2 anak2. Contohnya Salsa ketika SMP, dari penjualan buku2nya, Ia bisa mendapatkan 12 juta sekitar per 3 bulan.
Masya allah, yuk ah berbenah karya, jangan mau kalah dengan anak2, hihihi...
Menulis adalah Tiket Mendunia
Menulis itu memberikan sayap untuk melihat bumi Allah yg lain. Karena dari menulis, kita bisa berkeliling tempat2 asyik seperti backpacker'an. Bahkan kalau tulisan kita menginspirasi, mungkin nanti bisa diundang oleh sponsor2 yg membantu kita mewujudkan karya secara gratis. Tidak perlu khawatir, tulislah sesuai kemampuan, tulis ide2 yg baik lalu posting tulisannya. Dengan mengandalkan viewers, likers, atau followers pun bisa membuat kita terkenal. Karena kedutaan2 besar itu biasanya melihat populernya kita dulu, kemudian best seller, lalu isi ceritanya apakah inspiratif dan memberikan manfaat untuk orang lain. Bahkan syukur2 kalau ada PH yg ingin hunting lokasi dan mengajak si penulis. Asyik kan, jalan2 ke beberapa negara, gratis pula.
Menulis adalah berbagi proses kreatif
Dulu, menulis hanya sekadar mendapatkan ide bagus. Kalau idenya "kece" dan seru kayaknya cocok dijadikan novel atau buku nonfiksi yg menyentuh
Sekarang, menulis bukan hanya kece, seru atau ide yg bagus saja. Namun, ada hal lain menggerakkan hati untuk menulis yaitu berawal dari keresahan.
Jika ada pembaca yg sharing, "Saya pengen begini... Saya pengen begitu... Pengen bunuh diri aja. Atau apalah..." Pertanyaannya, "Apa yg menyebabkan bunuh diri?" Seringlah berinteraksi dengan pembaca. Ternyata, begitu banyak keresahan dan jika dibutuhkan akan banyak sekali pena untuk menulis.
Kunci Best Seller
Kuncinya adalah ketika menulis, bukan karena penulis punya ide bagus saja atau penulis yg mempunyai followers terbanyak. Namun, ketika orang melihat buku2 itu bukan sebagai hiburan semata, tetapi sudah menjadi pemenuhan kebutuhan. Disadari atau tidak, pembaca itu butuh.
Buku Best Seller itu Punya Akhlak
Jika ada buku orang lain atau buku sendiri yg best seller, maka pelajari akhlaknya. Apa sih treatment yg dilakukan pada buku itu? Buku yg best seller bukan dilihat dari tebalnya.
Toko buku adalah Medan Pembelajaran
Kalau kita datang ke toko buku, lalu melihat buku2 best seller. Coba cari tahu mengapa buku itu Top Ten. Jika teman2 tidak menemukan buku yg dicari, maka jadilah orang pertama yg menulisnya.
Jangan Percaya
Jangan percaya jika menulis sastra mengutamakan kata2 tidak logis. Misalnya, semakin pembaca tidak mengerti maka tulisan kita semakin bagus. Semakin sulit, gelap, pekat kalimatnya berarti sastranya sudah mencapai tingkatan tinggi.
Menulis itu berjuang dan berbagi
Ketika berbagi dan berjuang, ada nilai2 yg diangkat dalam kehidupan jadi lebih baik. Tujuannya agar orang lain "ngeh". Maka memastikan bahwa sesuatu yg kita tulis dapat dipahami oleh pembaca. Nanti secara tidak langsung, kita akan menemukan skill. Bagaimana bertemu hal2 yg rumit? Bisa tidak disederhanakan sehingga pembaca memahami? Mengapa? Karena kita tidak tahu, pembaca dari kalangan mana saja yg membaca buku kita. Bisa saja pembaca berprofesi cleaning service, PRT, satpam, tukang becak, atau bisa siapa saja.
Kisah Kehidupan
Jika penulis melahirkan buku, maka kisahnya harus dapat mengangkat kehidupan orang lain. Ketika mereka membaca buku, mereka pun akan mendapatkan sesuatu yg lebih dan merasa tidak dirugikan dengan istilah2 yg harus diperjelas.
Baru Memulai Menulis
Untuk Teman2 yg baru memulai, silakan tuliskan pengalaman pribadi. Karena menuliskan pengalaman adalah latihan menulis paling mudah. Mengapa paling mudah? Karena tokohnya, konfliknya, alur dan endingnya pasti sudah tahu. Jadi memudahkan untuk menulis.
Penulis seharusnya tidak stress
Penulis seharusnya tidak mudah stress, karena memiliki pelampiasan amarahnya lewat curhatan. Sehingga mampu mengendalikan amarah menjadi sesuatu yg bermanfaat.
Contoh :
- dimarahi suami.
Gunakan ide cerdasmu. Anggap saja sedang berlatih deskripsi. Biasanya kalau suami marah bagaimana? Mata Ayah melotot, membesar. Lalu bagaimana suaranya? Suaranya menggelegar sehingga pintu2 rumah bergetar. Nah, coba tuangkan kejadian tersebut ditambahkan hiperbola. Akhirnya nggak jadi ngambek deh, haha, malah jadi hiburan.
- melihat mertua.
Misalnya kita sedang sakit hati dan baper. Nah, jadi penulis tidak seperti itu. Tidak terbawa suasana. Lampu bohlam di atas kepala pasti hidup tanda ide masuk. Begitu mertua marah, ucapkan dalam hati "Oke, saya akan jadikan dia pemeran antagonis." (hahaha, jangan ditiru, bercanda).
Pengalaman Sejati masih menjadi tema yg seksi
Pengalaman Sejati masih menjadi tema yg seksi. Namun, perlu diperhatikan pula untuk pengalaman sejati yg inspiratif. Harus bermanfaat untuk orang lain dan jangan membatasi segmen pembaca.
Perbandingan
Buku : 200, 500, 1 juta copy
Film : 4 juta-7 juta copy
Sinetron adalah ruang edukasi, sekitar 65 juta penonton. Kalau tidak diisi dengan tayangan yg baik, maka akan ada orang lain yg mengisi sinetron itu dengan tayangan2 yg tidak2.
Contohnya, begitu ada film Surga Yang Tak Dirindukan atau Catatan Seorang Istri, jika ada perempuan lain datang diharapkan tidak ada namanya jurus "suami selingkuh dukun bertindak". Karena itu bukan solusi yg diberikan. Atau misalnya ketika ada adegan mesra, tidak ada yg sampai disetting dalam kamar dengan pakaian terbuka.
Itu salah satu pencapaian membuat buku yg di filmkan.
Pembaca Suka Hal Positif
Pembaca itu sukanya dengan hal yg positif2. Contoh judul buku yg mengandung unsur positif yaitu Muslimah Ideal atau Perempuan Penghuni Surga. Tapi, ketika Asma Nadia menulis buku berjudul Jangan Jadi Muslimah Nyebelin ternyata menjadi salah satu buku nonfiksi terlaris waktu itu.
Pasar Luar Biasa
Pasar yg luar biasa adalah pasar yg menerbitkan buku dengan tepat sasaran. Tema yg sedang populer menembus pasar yaitu mengenai Jombloers.
Mengapa? Karena semua orang pasti sedang galau, patah hati, dan jatuh cinta. Semuanya galau. Taaruf galau, tidak taaruf galau, lihat biaya taaruf lebih galau lagi. Nah, kegalauan ini membuat anak2 muda berusia produktif yg seharusnya belajar, dapat menyerap banyak ilmu, dapat menggali banyak informasi, fisik masih bagus, dan belum punya tanggung jawab. Namun jadi sia2 terpakai karena galau ditambah dengan meme di internet yg mendukung suasana.
Cari Judul yg Bagus
Buatlah para Jomblo2 ini dapat menertawakan dirinya sendiri tapi juga jadi terusik. Contohnya setelah membaca buku kita, mereka lalu mengangguk2 dan mengeluarkan kalimat "Oh iya ya, gue nggak boleh begitu. Jangan menghabiskan waktu, pikiran, dan energi untuk seseorang yg tidak mengukir namaku di hatimu." (Cieee...)
Menulis Cinta Romantis
Jika ingin menulis cerita cinta yg romantis, usahakan jangan menulis dengan cinta yg penuh kepalsuan. Tidak perlu memaksakan kisah dengan fisik sempurna untuk kisah cinta yg sempurna.
Hati2 dengan Orang Patah Hati
Hati2 dengan orang yg patah hati karena nanti akan terjebak pada kufur nikmat "mengapa sih dia...? mengapa kok begitu...?" Sampai kita lupa bahwa ada muslim di Suriah, muslim di Palestina, dan muslim di Rohingya yg berjuang. Ada banyak persoalan di muka bumi ini dan penderitaan yg membuat penderitaan hati itu tidak ada apa2nya.
Menemukan "Why"
Banyak sekali pertanyaan yg berkaitan dengan teknis.
- berapa halaman?
- bagaimana mencari ide?
- bagaimana kalau mentok?
Hal utama yg sering terlupakan adalah menemukan "why" atau alasan
- mengapa kita harus menulis itu?
- mengapa tidak bisa "tidak" kita harus menulis.
Nah, pertanyaan yg setiap pribadi harus temukan sendiri. Seperti:
1. Menulis untuk siapa?
Ketika Allah menutup satu pintu, bisa jadi Allah membuka pintu2 yg lain. Tapi selama hamba2Nya tidak melihat pintu yg lain, maka ia selamanga hanya melihat satu pintu tersebut. Maka, temukanlah "why".
2. Menulis untuk keluarga
Hadiahkanlah tulisan kita untuk anak2. Harapannya tentu saja agar dapat mendampingi mereka. Namun, kenyataannya tidak mungkin begitu karena dibatasi oleh usia kita atau usia anak2. Kalau pun berumur pendek (mohon tidak di"amin"kan), mudah2an buku2 kita bisa terus menemani anak2 kita kelak.
3. Tiket ke surga
Jika belum yakin memegang tiket ke surga, maka menulislah. Mengapa? Karena menulis jika dilakukan dengan hati, ketulusan, dan keikhlasan. Kemudian buku2 itu menjadi best seller, tetap dicetak, berada terus di display toko buku dan orang lain mendapatkan manfaatnya. Setiap kali orang mendapatkan kebaikan, maka kebaikan yg sama akan mengalir bagi kita meskipun kita sudah jauh dalam dekapan tanah.
Jadi, menulislah!
Orang2 yg pintar, harus menulis.Agar kecerdasan itu menyebar.
Orang2 yg soleh, harus menulis.Agar kebaikan dan kesolehannya itu menyapa lebih banyak orang.
Orang2 yg bijaksana, menulislah. Agar kebijaksanaan ini juga menjadi milik banyak orang.
Temukan semangat teman2.
Temukan alasan mengapa teman2 menulis?
Cari cara agar kita dapat terus menulis.
Mudah2an lewat menulis, teman2 dapat mengepakkan sayap lebih luas untuk berkiprah dan memberikan manfaat kemudahan lewat menulis. Semoga Allah memberikan jalan sehingga kita memiliki tabungan. Ketika jiwa dan raga kita sudah tidak bisa melakukan apa2 lagi.
Terima kasih 😊
Mohon maaf lahir batin atas tulisan ini.
Wassalamualaikum wr. wb.

Komentar
Posting Komentar