Tips Mendongeng


Tips Mendongeng
Kidung Ardha Marsela



Ayah ibu, seperti yang telah kita ketahui, mendongeng bisa menjembatani kedekatan diri kita bersama anak. Tak jarang beberapa dari kita begitu sibuk dengan pekerjaan hingga tidak bisa membersamai mereka setiap waktu. Oleh karenanya, saat waktu senggang itu ada tidak ada salahnya kita pergunakan untuk membacakan cerita atau dongeng pada anak.


Mendongeng bisa menjadi aktivitas berkomunikasi dengan anak yang mudah dan murah. Dongeng merupakan media yang sangat efektif untuk menanamkan berbagai nilai dan etika kepada anak, termasuk menimbulkan rasa empati dan simpati anak. Nilai-nilai yang bisa dipetik dari dongeng seperti; nilai kejujuran, rendah hati, kesetiakawanan, kerja keras, dan lain sebagainya.


Dengan mendongeng, anak tidak merasa dinasehati atau digurui karena tercipta suasana yang menyenangkan. Apalagi jika saat mendongeng anak pun diposisikan sebagai subyek aktif yang ikut bermain peran dan/atau melibatkan seluruh inderanya untuk larut dalam cerita. 


Materi dongeng dapat diambil dari buku cerita anak-anak yang memuat pesan moral atau dari kejadian sehari-hari yang berlangsung di sekitar lingkungan tinggal anak. Tak hanya bertambahnya kosa kata, daya imajinasi anak pun semakin berkembang dan terlatih.


Ya, mendongeng bukan perkara mampu atau tidak melainkan mau atau tidak. Kembali lagi ke kita sebagai orang tuanya. Memang, jika kita melihat bagaimana seorang juru dongeng bercerita, bisa membuat semakin membara dan tak menutup kemungkinan malah menciutkan nyali. Ah, saya tak bisa seperti itu, keluh dalam hati membatin.


Sebenarnya mudah sekali melakukan aktivitas mendongeng ini. Sekali lagi, kuatkan dalam diri bahwa kita mau melakukannya. Niat yang kuat selalu menjadi energi penyemangat.


Berikut ada sedikit tips dalam mendongeng yang boleh dijadikan rujukan. Semoga menjadi penyemangat ayah dan ibu agar semakin piawai mendongeng dengan hati.


1. Menguasai Materi

Hendaklah kita menguasai materi dongeng yang hendak disampaikan kepada anak. Jika dongeng itu dari buku, pastikan kita sudah membaca bukunya terlebih dahulu sebelum mendongeng. Agar di tengah jalan kita bisa berimproviasasi dengan baik. Penguasaan di sini lebih di titik beratkan pada penguasaan unsur-unsur pembangun dalam cerita seperti tokoh, seting, alur, dan juga konflik. Memahami tokoh dan karakteristiknya sangat perlu karena dari tokohlah kita dapat membangun alur dan konflik. Seting ini sangat berperan dalam membangun suasana cerita sehingga anak dapat membayangkan dimana dan sedang berbuat apa para tokoh dalam cerita. Alur adalah sesuatu yang sangat vital dalam cerita. Kita harus tahu benar kapan mulai terjadi konflik, hingga klimaks konfliks dan akhirnya penyelesaian. Hal ini dapat membuat cerita kita menjadi hidup dan menarik. 


2. Bermain Kata (Hidupkan dan Hadirkan Kekuatannya!)

Menghidupkan kata dapat dilakukan dengan cara memberi sifat pada kata-kata tersebut.

"Terdengar suara pesawat wuuuzzzz saya kaget ada benda terbang di atas kepala saya"

"Byuuur, si Kancil terperosok ke dalam sungai."

"Miruni kesal melihat pangeran berteman dengan Kanaya. Ia pun mendatangi penasehat negara dan mengungkapkan niat jahatnya."

Dari contoh di atas ada perbedaan "ruh" di setiap kalimatnya. Saat mendongeng kita harus bisa membedakannya. Tentu, kita pun harus bisa membedakan suara satu dan suara dua. Sederhana saja, misal suara satu bernada tinggi sedangkan suara dua bernada rendah. 


3. Ikhlaslah dan Mendongeng dengan Hati

Suasana hati akan sangat berpengaruh ketika kita menyampaikan sebuah dongeng. Sebisa mungkin kita harus bisa mengondisikannya. Jangan sampai saat mendongeng terbawa suasana hati, misal di rumah sedang ada masalah. Padahal yang sedang didongengkan adalah kisah bahagia. 

Untuk itu, ikhlaslah dalam bercerita. Berikan yang terbaik untuk anak. Mereka masih polos, tak usahlah kita bersumbu pendek sehingga malah menjadikan anak sebagai pelampiasan kekesalan. Begitu pun saat mendongeng, selalu hadirkan suasana hati yang baik, ya kuncinya ikhlaskan hati kita. Sesuatu yang berasal dari hati akan lebih mudah sampai ke hati. ❤

Yang perlu diingat juga, awalilah sebuah cerita dengan appersepsi yang menarik. Bisa improvisasi lewat lagu, suara yang beranekaragam, atau menggunakan alat peraga. Dan di akhir sebuah cerita ciptakan ending yang terbuka sehingga akan memancing anak untuk ingin tahu cerita selanjutnya. Ini juga akan membuat anak menanti cerita kita yang selanjutnya.

Semoga bermanfaat. Selamat #MendongengDenganHati




SESI TANYA JAWAB


T : “Mau tanya buibuk, ga bisa baca semua dari ratusan chat jadi saya ini membiasakan ke anak berbahasa Jawa Alus,tapi untuk mendongeng rasanya saya sendiri ga bisa untuk mendongeng dengan bahasa Jawa Alus,itu bagaimana ya? Bisa membingungkan anak ga ya kira-kira,walopun untuk ngobrol dengan suami tetap dengan bahasa Indonesia.” (Fadhila)
J: “Ini sepertinya kasusnya sama dgn mendongengkan/ membacakan buku b.inggris y? Seingat saya, mba @kidungardha pernah menyarankan untuk berbagi peran dlm hal bahasa dgn ayah/anggota keluarga lain agar konsisten dlm bahasa. Caranya: ibu yg mendongeng indo&bapak yg b.jawa atau sebaliknya. Bahasa penyampaian dongeng ke anak sebaiknya pakai bahasaa sehari hari. Istilahnya bahasa ibu. Jika sehari hari anak dilingkungan yang berbahasa jawa ya pake bahasa jawa, kalo lingkungannya berbahasa indonesia ya pake bahasa indonesia. Ada kasus anak pindahan dari jawa barat yang sehari hari pakai bahasa sunda, lalu pindah ke jawa tengah. Karena lingkungan barunya berbahasa jawa maka si anak jadi pendiam. Butuh waktu hampir 6 bulan untuk anak bisa menyesuaikan diri. Tapi semua itu tergantung juga pada tingkat kecerdasan anak.


T : “Bun Tika mau titip tanya boleh ya. Sy dgn Dita, ibu dr anak perempuan umur 3th8bln. Udh sbulan ini setiap mlm sy rutin mendongeng utk anak sy, nah terkadang dsaat sy lelah Skali & tdk enak badan dia tetap menagih utk di dongengkan sblm tdr, abi nya mau mendongeng utk dia, tp anaknya yg gak mau, Krn menurut dia Abi cerita nya gak lucu , padahal sy pengen bgt ada ban serep bwt gantian mendongeng, biar anak sy jd lebih Deket jg Ama abinya. Bagaimana ya Bun cara membuat anak antusias dan mau mendengarkan dongeng selain Dr ibunya. Klo setiap abinya cerita pasti kbanyakan diprotes ditengah2?” (Dita)
J : “Abinya diajak mendongeng bareng dulu. Jadi bisa tau gaya uminya mendongeng. Alias ditraining dulu. He he...


T : “Pernah nyoba kolaborasi Ama abinya, eh tetep anaknya protes kta dia "abi diem aja ga usah ikutan, biar umi aja yg cerita"  gitu.. Kebetulan suami saya secara jujur bilang ga bisa mendongeng, tapi dia suka bercerita/ngobrol dengan anak saya sambil bercanda akan kegiatan hari itu. Biasanya saya nimbrung ikutan mereka ngobrol, tp tdk sepenuhnya terlibat. Akhirnya saya berpikir: mgkn memang paksu punya gaya sendiri untuk bercerita, pd akhirnya kn tujuannya u/membangun kedekatan dgn anak” ☺.
J : “Coba amati mba saat suami mendongeng, apa yg krg, trus kita evaluasi bersama dan ksh saran sm suami apa yg menarik buat anak saat mendongeng.


T : “Ebuuu, saya Mesa. Ikut nanya buat materi tips mendongeng yaaa. Bagaimana tips trik mendongeng lintas usia? Semisal kita sedang mendongeng di depan anak-anak dengan usia beragam. Strategi apa yang bisa kita lakukan ya? Hihi... Karena pernah dalam sebuah forum, saya read aloud tentang perahu Nabi Nuh, pesertanya anak-anak usia 3-10 tahun. Yang anak-anak kecil antusias menjawab umpan-umpan pertanyaan. Sedangkan yang besar, sepertinya kurang tertarik. Lebih ke sudah bisa menduga jalan cerita jadi terasa kurang seru? (Mesa)
J : “Mungkin di tengah cerita atau akhir cerita di selipin tebak2an berkaitan isi cerita atau bisa juga pakai media yg bisa menarik anak yg lebih umurnya. Untuk mendongeng lintas usia, ada beberapa tips. Pertama, pilih cerita yang kuat dan membuat penasaran. Bisa cerita yang di dalamnya melibatkan emosi, seperti sedih atau bahagia. Kedua, gunakan sound effect untuk beberapa adegan. Ketiga, libatkan anak2 dalam cerita. Bisa juga masukkan nama2 mereka dalam cerita. Keempat, ekspresif dan kombinasikan dengan lagu yang dekat dengan mereka. Memang dlm mendongeng pun yg harus diperhatikan adalah usia anak y. Karena hal itu akan berpengaruh pada metode, media dan isi ceritanya.☺                        


T : “Untuk dongeng bisa dimulai dari usia berapa ya? “Anak saya usia 15bulan apa sudah mudeng kalo didongengi? Trus tips dan teknik mendongeng yang bagaimana ya untuk anak umur 15bulan?” (Fadhila)
J : “Hai mba fadhila, saya mau bantu jawab y, saya sendiri mendongengkan anak sejak ia msh dlm kandungan. Terlebih saat usia 4 bulan. Karena dr yg saya baca, pd usia tsb janin sdh bs mendengar dr luar perut ibu. Lucunya, ia suka bereaksi saat saya bacakan cerita. Jadi, anak mba yg 15 bulan saya yakin bs 'mengerti' kl didongengkan oleh ibunya ☺ Bagaimana caranya? Kalau tanpa buku, bisa memakai boneka tangan agar ia bisa fokus pd kita. Ekspresi muka dan intonasi suara disesuaikan dgn jalan cerita, dan bisa sambil bernyanyi atau berjoged.Kalau dgn buku, pilih buku yg minim tulisan, banyak gambar, warna warni dan biarkan ia menyentuh bukunya sebanyak mgkn.


T : “Ebu, buat pemula yang minim ide, enaknya dimulai dr mana ya selain dr membacakan buku? Masalah utama mentok di ide, kurang kreatif, kurang referensi.”
J : “Saya banget, xixixi. Tp Kmrn d sesi keberapa gt saya ke-ide-an untuk bercerita ttg masa hamil dan kelahirannya dulu. Atau hal2 nyata lainnya yg bisa kita ingat, seperti masa kecil kita. Itu ga harus dikarang khan? Mendongeng itu, sebenarnya bakat bawaan seorang wanita kalau perspektif sy. Hanya butuh tingkatkan jam terbang. Tingkatkan kepedean. Dan perbanyak membaca. Aaaah, mari berterimakasih kepada anak2 kita, karena mereka kita belajar bercerita, dan dg begitu mereka belajar banyak jg.


Momen mendongeng/bercerita terbagi 3 sesi.


1. Sesi mereka bercerita.
Cerita apaun tentang sekolah mereka atau bisa buku yang sudah mereka baca.

2. Sesi membaca.
Anak2 saya minta untuk baca bergantian. Kalau yg besar 8 tahun sudah lancar bacanya. Kalau yg 5 tahun ya mengarang indah base on gambar yang dia lihat.

3. Sesi membacakan cerita/membaca buku. (Biasanya menjelang tidur)
Kalau mata saya sudah lelah biasanya hanya cerita saja. Bisa mengarang indah atau berdasarkan cerita yang pernah terjadi. Kadang pas momen ini mereka sudah tertidur lelap sebelum saya menyelesaikan cerita.




Sebagai penutup, tak akan bosan saya mengingatkan bahwa "Pendongeng terbaik di dunia bagi seorang anak adalah ibunya sendiri.” 

So, tetap semangat dan belajar mendongeng yaaa. 

Selamat mencoba.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kumpulan Soal Mengenai Pemakaian Huruf dan Penulisan Kata

Indahnya Berbagi Kebaikan bersama Bento Ramadan HokBen

Me Time