Cerita Sang Semut kepada Nabi Sulaiman a.s. perihal rejeki
Binatang apa itu?
Mirip semut, tapi bukan semut. Mari, kutunjukkan teknik zoom hingga mikro se mikro-mikronya. Anggap semut berukuran mini. Berjalan super cepat melewati kami kala itu.
Mirip semut, tapi bukan semut. Mari, kutunjukkan teknik zoom hingga mikro se mikro-mikronya. Anggap semut berukuran mini. Berjalan super cepat melewati kami kala itu.
Tentang semut 🐜 kisah teladan
penuh hikmah.
Ketika usai menunaikan sholat, Rasulullah SAW
menceritakan suatu kisah kepada para sahabat.
”Aku ingin menceritakan suatu kisah perihal
rejeki kepada kalian. Kisah ini diceritakan oleh malaikat Jibril kepadaku.
Bolehkah aku meneruskan kisah ini kepada kalian?”
Rasulullah SAW memulai kisahnya.
”Suatu ketika Nabi sulaiman a.s. melakukan sholat di tepi pantai. Usai sholat, beliau melihat ada seekor semut sedang berjalan di atas air sambil membawa daun hijau. Beliau yang mengerti bahasa binatang mendengar si semut memanggil-manggil si katak. Tak berapa lama kemudian, seekor katak muncul. Ada apa gerangan dengan si katak itu sehingga si semut terus-menerus memanggilnya? Nabi Sulaiman menyaksikan begitu si katak muncul, katak itu langsung menggendong semut masuk ke dalam air menuju dasar laut.
”Suatu ketika Nabi sulaiman a.s. melakukan sholat di tepi pantai. Usai sholat, beliau melihat ada seekor semut sedang berjalan di atas air sambil membawa daun hijau. Beliau yang mengerti bahasa binatang mendengar si semut memanggil-manggil si katak. Tak berapa lama kemudian, seekor katak muncul. Ada apa gerangan dengan si katak itu sehingga si semut terus-menerus memanggilnya? Nabi Sulaiman menyaksikan begitu si katak muncul, katak itu langsung menggendong semut masuk ke dalam air menuju dasar laut.
Ada apa di dasar laut?
Semut menceritakan kepada Nabi Sulaiman a.s. bahwa di sana berdiam seekor ulat. Sang ulat menggantungkan rejekinya kepada si semut.
Semut menceritakan kepada Nabi Sulaiman a.s. bahwa di sana berdiam seekor ulat. Sang ulat menggantungkan rejekinya kepada si semut.
”Sehari dua kali aku diantar oleh malaikat ke
dasar laut untuk memberi makanan kepada ulat itu“. Demikian si semut memberikan
penjelasannya kepada Nabi Sulaiman a.s.".
Siapakah malaikat itu, hai semut?” tanya Nabi
Sulaiman kepada semut dengan penuh selidik. "Si katak sendiri. Malaikat
menjelmakan dirinya menjadi katak yang kemudian mengantarkan aku menuju dasar
laut".
Setiap selesai menerima kiriman daun hijau dan
melahapnya, si ulat tak lupa memanjatkan rasa syukur kepada Allah SWT.
"Maha Besar Allah yang menakdirkan aku hidup di dasar laut“.
Dalam mengakhiri cerita itu, Rasulullah SAW
memberi pandangannya.
"Jika ulat saja yang hidup di dasar laut,
Allah SWT masih tetap memberinya makanan. Maka, apakah Allah SWT tega
menelantarkan umat Muhammad soal rejeki dan rahmat-Nya?”
Sumber : Mutiara Hikmah 1001 kisah : 1
#180118byndep #30hbc1818 #30haribercerita @30haribercerita #rumahzakat
#180118byndep #30hbc1818 #30haribercerita @30haribercerita #rumahzakat

Komentar
Posting Komentar