Seketika Hening di dalam Perlintasan Kereta
Suasana padat merayap karena kereta sering
melintas. Tak lama aku sampai di barisan depan. Sebenarnya palang pintu kereta
sudah tertutup dan sirine tanda kereta lewat pun berbunyi. Namun, masih ada
celah dari palang pintu yang masih bisa dilewati mobil. Dengan kecepatan
sedang, supir angkot melintasi rel. Terdengar imbauan dari penumpang, tetapi
tidak diharaukan. Jarak antara perlintasan kereta dengan jalan lumayan lebar,
terdapat 2 jalur kereta. Panik menyelimuti suasana dalam mobil ketika penumpang
berteriak.
Suara sirine semakin kencang. Bunyi
"priwit" dari penjaga palang pintu tak digubris. Supir masih saja
injak gas, tetapi meredup tersisa bunyi berderit mesin angkot. Aku panik tak
berdaya, yang kuingat posisiku paling dekat pintu, maka aku segera keluar
diikuti penumpang yang lain. Kakiku gemetar, berjalan tertatih menuju tempat
yang aman. Kulihat beberapa orang membantu mendorong mobil. Petugas palang
terlihat sibuk dengan "handy talky", mungkin memberitahu masinis agar
melaju perlahan. Perlintasan kereta menjadi tegang, sang supir terlihat pucat
pasi tanpa keluar dari tempat. Apa yang ada dibenaknya? Aku tak mengerti, untuk
apa dipertahankan mobil itu? Tidak berharga kah nyawamu, Pak?
Terlihat kereta yang melintas sudah semakin
dekat. Namun, lajunya sangat lambat mungkin menunggu evakuasi angkot agar tidak
menghalangi rel. Beberapa lelaki bersusah payah mendorong dan alhamdulillah
berhasil melewati rel. Ketika sudah merasa aman, kereta pun melintas. Petugas
yang berada disana bergegas mengendalikan suasana antrean kendaraan agar tidak
terjadi kemacetan parah.
Tidak habis pikir, mengapa bisa kejadian ini aku
alami. Kalau bukan inisiatif, apa jadinya aku di dalam. Amit...amit...
Astaghfirullah.... Supir itu, oh supir, mengapa kau bersikeras mempertahankan
angkutanmu? Apakah hanya itu mata pencaharianmu? Kurasa konyol. Banyak
penumpang yang kau gadaikan nyawanya demi angkot mogokmu itu. Mengapa kau tak
sarankan kami keluar? Mengapa kau biarkan kami? Apakah kau ingin maut menjemput
bersama-sama agar kau tak sendirian? Percayalah, ini pelajaran Indah untukmu.
Semoga Allah melindungimu. Amin...
#odop2 #day1 #7tahunlalu #10mei2016

Komentar
Posting Komentar