Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2018

Balon Kebahagiaan

Gambar
Alhamdulillah cuaca terik tapi sedikit mendung. Tak apa, semangatku masih berkobar disela-sela mengawas 😎 hihi... Picture yang sungguh kebetulan, balon sederhana berwarna merah pas dengan icon. Perlambang keberanian nan seksi (aw...). Bicara tentang balon, jadi teringat sahabat saya yang tengah menghadiri seminar. Acara dihadiri sekitar 50 peserta. Tiba-tiba sang motivator berhenti menyampaikan materi, lalu mulai memberi balon kepada tiap peserta. Para peserta diminta menulis namanya pada balon menggunakan spidol. Balon-balon tersebut dikumpulkan dan dimasukkan ke ruangan lain. Kemudian, semua peserta masuk ke ruangan penuh balon. Lalu diminta menemukan namanya. Waktu yang diberikan hanya 5 menit. Semua orang panik mencari nama mereka. Bertabrakan satu sama lain, mendorong dan berebut dengan orang di sekitarnya. Sehingga terjadi kekacauan. Waktu 5 menit usai, tetapi tidak seorangpun dapat menemukan balon dengan nama masing-masing. Motivator m...

Sharing yang berujung cerita, Si Anak Tukang Kayu.

Gambar
Alkisah, sebutlah Anak Tukang Kayu. Ia ditugaskan menjaga makam ayahnya. Tanah merah, masih basah. Tiga hari menjelang, sang anak berjumpa dengan malaikat. Ia terkejut, namun tak dapat mengelak. Sang malaikat bertanya, "Sedang apa?" Anak Tukang Kayu pucat pasi, "Me... nung... gu... Emm... Ayyaa... hhh..." Gemetarlah ia, dari kaki hingga gigi. Malaikat itu menghampiri kembali, terlihat sorot kemilau dari pantulan cahaya. Anak tukang kayu memicingkan mata. "Apa yang kau punya?" tanya Malaikat. "Aku hanya punya ini." Seraya menyodorkan kapak usang. "Ini yang kau punya?? Hanya ini?" "Ya, hanya ini peninggalan ayahku." "Untuk apa kapak itu?" "Untuk menebang pohon, memilahnya, lalu dijual, sisa rantingnya aku kumpulkan untuk alat perapian." ujarnya. "Tak perlu sombong, hanya kapak usang. Apa yang bisa kau perbuat hingga kapak itu bermanfaat?" Anak Tukang Kayu pun terte...

A Letter to My Self

Gambar
Kali kedua bergulat dengan tema. Senyum manis dulu 😊   Rasanya tak mampu mengapresiasi diri,  terkadang menilai tak se-objektif mengenal. Baiklah. Bagaimana jika Sang Pencipta tidak menghendaki lagi?  Ia sibukkan dengan urusan dunia, urusan anak-anak,  urusan karir, dan urusan menjalankan perniagaan? Alangkah merugi sebab semua akan ditinggalkan, jelas tidak dibawa mati.  Tujuan kita diciptakan adalah untuk beramal, beribadah,  dan menyembah kepada Allah. Mungkin kita cemburu apabila melihat orang lain lebih dari kita  dari segi gaji, pangkat, harta, jabatan, rumah besar, atau mobil mewah.  Mengapa kita tidak pernah cemburu  melihat ilmu agama orang lain dalam ketaatan? Apakah pernah cemburu melihat mereka lebih banyak amalannya?  Tidak kah cemburu melihat orang lain qiyammul lail dan bermunajat kepada Allah. Jarang kita cemburu melihat mereka khatam AlQuran.  Jarang cemburu melihat muala...

Berkah Barokah

Gambar
Alhamdulillah, H-2 semoga membawa keberkahan. By the way, mau ngomongin barokah ah. Mulai dari makanan. Makanan barokah itu bukan yang komposisi gizinya lengkap. Tetapi makanan yang mampu membuat orang yang memakannya menjadi lebih taat setelah memakannya. Hidup barokah bukan hanya sehat, tetapi terkadang sakit itu justru juga barokah. Sebagaimana Nabi Ayyub, sakitnya menjadikannya bertambah taat kepada Allah. Barokah itu tidak selalu panjang umur. Ada yang umurnya pendek, tapi dahsyat ketaatannya layaknya Musab bin Umair. Tanah yang barokah itu bukan karena subur dan panoramanya indah. Karena tanah yang tandus seperti Makkah punya keutamaan di hadapan Allah. Tiada banding dan tiada tara. Ilmu yang barokah itu bukan yang banyak riwayat dan catatan kakinya. Akan tetapi yang barokah ialah, ilmu yang mampu menjadikan seorang meneteskan keringat dan darahnya dalam beramal dan berjuang untuk agama Allah. Penghasilan barokah juga bukan gaji yang besar dan berlimpah, ...

T.I.T.I.K

Gambar
Bagi saya, memuji kalian hingga tersenyum ikhlas adalah kebahagiaan hakiki,  insya Allah memuji pun tak lain karena Allah, sang Pemilik segala hati penuh kagum ini. Alhamdulillah, awal tahun yang indah. My January Full of Surprises. 😍 Fokus pada gambar. Tema hari ini adalah kata, TITIK. Namun persepsi pasti merujuk pada sebuah tanda baca bernokhtah hitam kecil (.). Ya, Jika melihat sebuah titik, maka tidak salah. Tapi... Mengapa hanya melihat satu titik hitam saja? Kalau diartikan dalam hidup, itulah kelemahan. Betapa mudah melihat keburukan orang lain. Padahal begitu banyak hal baik telah diberikan. Dalam hidup, bahagia atau tidak, bergantung dari sudut pandang masing-masing. Bagaimana cara memandang hidup itu. Jika selalu melihat titik hitam tadi dengan deskripsi kekecewaan, kekurangan, atau keburukan dalam hidup. Maka akan terkonsep secara otomatis. Betapa mudah melihat kesalahan dan kekurangan orang lain, sedangkan lupa kelemahan dan kekurangan diri ...

Cerita Sang Semut kepada Nabi Sulaiman a.s. perihal rejeki

Gambar
Binatang apa itu? Mirip semut, tapi bukan semut. Mari, kutunjukkan teknik zoom hingga mikro se mikro-mikronya. Anggap semut berukuran mini. Berjalan super cepat melewati kami kala itu. Tentang semut 🐜 kisah teladan penuh hikmah. Ketika usai menunaikan sholat, Rasulullah SAW menceritakan suatu kisah kepada para sahabat. ”Aku ingin menceritakan suatu kisah perihal rejeki kepada kalian. Kisah ini diceritakan oleh malaikat Jibril kepadaku. Bolehkah aku meneruskan kisah ini kepada kalian?” Rasulullah SAW memulai kisahnya. ”Suatu ketika Nabi sulaiman a.s. melakukan sholat di tepi pantai. Usai sholat, beliau melihat ada seekor semut sedang berjalan di atas air sambil membawa daun hijau. Beliau yang mengerti bahasa binatang mendengar si semut memanggil-manggil si katak. Tak berapa lama kemudian, seekor katak muncul. Ada apa gerangan dengan si katak itu sehingga si semut terus-menerus memanggilnya? Nabi Sulaiman menyaksikan begitu si katak muncul, katak itu langsung men...

Selamat Pagi... Hari.

Gambar
Kisah pagi ini saat menunggu customer tiba. Entah mengapa, menunggu terasa begitu menyenangkan pun mengenyangkan. Jam dinding di atas hotel tertinggi (yang menutupi icon kotaku) menunjukkan pukul 06.01. Awal yang indah melihat tiga lelaki bersua memulai perannya. Mereka membawa alat sesuai fungsi. Si Lengan Panjang dengan sigap menggapai sudut-sudut kaca, memoles hingga bening mengilap. Si Orange dengan gagah menyapu segala penjuru. Lalu, Si Jangkung tergopoh-gopoh membawa koper. Hendak kemana? Berlalu tanpa arah. Ketika melewati ke dua orang tersebut, ia pun berujar. "Pak, Saya titip sebentar ya." Ujar Si Jangkung seraya menyerahkan koper dan tas punggungnya. "Mau kemana?" Tanya Si Orange, pandangannya tak lepas dari gerobak kuning. "Ke belakang." Langkahnya kian cepat. "Hei, ke belakang mana? Mau jalan-jalan ya?" Ungkap Si Lengan Panjang. Maklum di belakang terminal ini terdapat pusat perbelanjaan ternama. "Ke belakang.......